Gelar Operasi Pekat, Polisi Sita Tiga Mesin Jeckpot: Pemilik Ruko Sebut Milik Onum Anggota Polda

Rabu, 10 Juli 2019 - 05:39:00 WIB - Dibaca: 1763 kali

()

JAMBI – Tim Operasi penyakit masyarakat (Pekat) Polda Jambi menggerebek sebuah rumah toko (ruko) penjual manisan dui kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Selasa (9/7). Ruko tersebut diduga sering digunakan sebagai tempat perjudian. Dari ruko tersebut  polisi menyita tiga mesin judi Jeckpot. 

Menariknya, menurut pemilik Ruko, mesin judi jeckpot tersebut milik oknum anggota Polda Jambi, bernama Alitonang. "Ini milik Alitonang, orang Polda Jambi. Katanya yang titip di sini," kata ibu ibu pemilik tempat Lapo Mangan/Lapo Tua Silitonga kepada anggota yang melakukan penggerebekan.

            Dia mengaku dalam seminggu menerima upah Ro 100 ribu untuk mengelola dan mengoperasikan ,mesin jeckpot tersebut. "Permainan ini menggunakan koin uang Rp 1000," sebutnya.

            Pantauan Jambi one di lokasi, selain tiga mesin judi Jekpot, Polisi juga menyita satu kardus moe indomie yang berisi kartu remi bekas dan baru yang diduga usai digunakan untuk main juni.  Selain kartu remi, polisi juga mengamankan dua orang dan sejumlah uang yang diduga usai digunakan untuk main judi di temat itu. Tidak hanya itu, lima miras Bir Bintang juga turut diamankan.

            Selain itu, di ruko tersebut polisi juga menemukan puluhan liter tuak. Selanjutnya minuman keras khas Sumatera Utara itu dibuang oleh tim di kamar mandi. Sementara itu, di lokasi lain polisi mengingatkan pemilik rumah dan toko untuk tidak menjual tuak dan menyediakan tempat perjudian.

            Kasubdit I Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Herman mengatakan pihaknya mengamankan pelaku dan sejumlah alat judi jeckpot dari lokasi."Tiga alat itu kita bawa ke polda untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

            Herman meminta masyarakat untuk tidak menjual dan bermin judi. Begitu juga dengan penyakit masyarakat lainnya. " Jangan main main, kita akan berantas itu di operasi ketupat," ujarnya.

            Saat ditanya soal keterangan pemilik ruko yang menyebut mesin jeckpot itu milik oknum polisi, Herman tidak banyak komentar. "Nanti kita cek dulu," ujarnya.(isw)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA