JAMBIONE.COM, JAMBI- Seakan tiada hari tanpa prestasi. Mungkin kalimat ini pantas disandangkan kepada sosok inspiratif Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME. Hal itu disebabkan karena Wali Kota Jambi dua periode itu kembali terpilih sebagai penerima Penghargaan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tingkat Nasional. Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kertasasmita dan diterima oleh Wakil Walikota Jambi, dr H Maulana MKM, pada peringatan Hari Lanjut Usia Tingkat Nasional ke 23, di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu, (10/7). Peringatan tersebut pun dihadiri oleh ribuan para lansia dari berbagai daerah.
Sebelumnya tim dari Kementrian Sosial telah melakukan pemadanan, verifikasi dan penilaian terhadap calon penerima penghargaan kesejahteraan sosial lanjut usia tingkat nasional. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Tim Nasicnal Pemberi Penghargaan Kesejahteraan Usia, maka ditetapkan DR.H. Syarif Fasha ME sebagai Penerima Penghargaan HLUN 2019 Kategori Tokoh Nasional Peduli Lanjut Usia.
Walikota Jambi Dr H Syarif Fasha ME terlebih dahulu menyampaikan terima kasih terkhusus kepada tim verifikasi dari Kemensos, OPD terkait di lingkup Pemkot Jambi dan semua pihak yang mendukung segala sesuatunya. Sehingga menjadikan Kota Jambi terpilih sebagai salah penerima penghargaan tersebut.
Fasha mengaku bangga terhadap para lansia yang masih memiliki keinginan untuk tetap berkarya dan mempertahankan aktivitas. Semangat para lansia, lanjut Fasha, bisa menjadi contoh bagi para pemuda saat ini.
"Kita lihat semangat para lansia, yang masih tetap berkarya sampai hari ini. Semangat para lansia ini harus menjadi contoh bagi semuanya," ujar Fasha.
Berbagai program, diakui Fasha telah dicanangkan Pemerintah Kota Jambi saat ini. Hal ini sebagai upaya menjadikan Kota Jambi ramah bagi lansia, agar bisa tetap menikmati disisa hidupnya.
"Kita juga mensupport agar kota ini ramah lansia. Sehingga ada ruang-ruang khusus bagi mereka lansia," tandasnya.
Menurut Fasha, permasalahan lansia secara garis besar menurutnya ada tiga, yakni berkaitan dengan pangan, papan dan kesehatan. Pertama terkait pangan yaitu seperti kekurangan pangan tidak produktif, lalu kedua perihal papan seperti rumah tidak layak huni atau keluarga miskin serta tentang kesehatan berkaitan tidak memiliki jaminan kesehatan atau keterbatasan akses layanan kesehatan.
"Maka itu kita di Kota Jambi konsen dan selalu menyeru untuk merubah 'maindset' masyarakat yang menilai lansia hanya pasrah dan tinggal menunggu ajal, dengan mengembalikan semangat lansia. Bahwasanya lansia masih berguna dan berhak menikmati hidup dengan berinteraksi sosial, giatkan program pro lansia," terangnya.
Fasha pun membeberkan komitmen dan beberapa kebijakan Pemkot Jambi berkaitan ramah terhadap lansia. Seperti diantaranya memberikan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan, pelayanan khusus bagi lansia seperti antrian terpisah dan tempat khusus lansia, dan pelayanan masyarakat, tersedia tempat duduk yang diprioritaskan untuk lansia.
Selanjutnya layanan ke rumah (home care) termasuk layanan kesehatan bagi lansia, Klinik Lansia, memberikan usaha ekonomi produktif (UEP) lansia produktif, lalu pembinaan pemantapan pemahaman bagi kader lansia dan sekaligus melaksanakan senam Lansia di masing-masing Puskesmas.
"Selanjutnya juga ada pemeriksaan kebugaran lansia, Lalu pemberian bantuan bagi lansia veteran/janda perintis kemerdekaan berupa gizi, dan bedah rumah," katanya. (ali)