JAMBI – Hingga Senin (15/7) kemarin, polisi belum menemukan pemilik gudang minyak di RT 06, Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, yang terbakar Rabu (10/7) lalu. Sampai kemarin pemilik gudang yang disebut sebut berinisial B itu juga belum dipanggil, karena alamatnya tidak jelas.
Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Yuyan Priatmaja mengatakan pihaknya segera akan memanggil pemilik gudang minyak tersebut. Namun, saat ini anggotanya masih mencari alamatnya. " Alamatnya belum dapat, bagaimana mau melakukan panggilan," ujarnya.
Yuyan mengakui, meski sudah mengetahui identitas pemilik gudang, pihaknya kesulitan melakukan pemanggilan. Makanya, sampai kemarin penyidikan kasus gudang minyak terbakar itu masih belum ada perkembangan signifikan. Sementara ini, dari lokasi, polisi hanya menyita beberapa barang bukti berupa tiga mobil tanki milik PT Gajah Mada Prakasa, dan mesin Robin yang di duga awal timbulnya kebakaran.
Seperti diketahui, gudang minyak di kawasan RT 06 Kelurahan Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi itu meledak dan terbakar, Rabu (10/7), sekitar pukul 11.00 Wib. Puluhan ribu liter (puluhan ton) minyak dalam tanki dan drum yang diduga ilegal dalam gudang tersebut ikut terbakar.
Kobaran api yang ditimbulkan akibat kebaran itu membumbung tinggi mencapai 10 meter. Asap hitam pekat dari kobaran api sempat membuat lokasi padat penduduk itu tak terlihat dari kejauhan. Warga sekitar sempat panik. Sebab, gudang minyak yang terbakar tersebut bersebelahan dengan gudang barang bekas yang banyak menimbun bahan plastik dan mudah terbakar.
Warga sekitar menyebutkan pemilik gudang minyak tersebut bernama Budi Nias. Gudang tersebut sudah beropersi sejak satu tahun lalu. ‘’ Gudang itu punyo Budi Nias. Sudah setahun beropersi di sini,’’ kata Yesi, pemilik gudang plastik yang berada persis di samping gudang minyak tersebut.
Menurut Yesi, Budi menyewa lahan orang tuanya sebagai tempat gudang penyimpanan minyak tersebut. Bahkan ia pernah memperingatkan agar tidak lagi melakukan penyimpanan minyak di lokasi itu. "Saya sempat protes. Tapi bagaimana lagi dia hubungan nya sama orang tua saya," sebutnya.
Yesi mengungkapkan, pihak kelurahan juga pernah memperingatkan Budi agar tidak beroperasi (menyimpan minyak) di tempat tersebut. Namun peringatan itu tidak di indahkan. " Pemiliknya sudah diingatkan. Tapi masih saja operasi," katanya.
Sementara itu, sumber lain yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan gudang itu merupakan tempat bongkar muat minyak non subsidi dan minyak ilegal. " Informasi yang saya dapat gudang itu tempat mengoplos minyak. Mobil yang membawa minyak non subsidi sering masuk ke gudang tersebut. Di keluarkan dua drum, terus di isi lagi dengan minyak (diduga) ilegal dua drum. Ya... seperti di oplos gitu," jelasnya.
Sumber itu menyebutkan, proses bongkar muat dikakukan hampir setiap hari di gudang tersebut. Ini sangat berbahaya sekali karena lokasi tersebut padat penduduk. "Kalau dari pemukiman bisa dilihat sendiri, dekat sekali," tandasnya.
Ketua RT 06, Sijenjang, Suryadi mengatakan selama membuka gudang di wilayah tersebut, pemilik gudang tidak pernah melapor. "Saya tidak tahu awalnya. Saya fikir itu gudang rongsokan, sama seperti sebelahnya," katanya.
Menurut dia, gudang tersebut beroperasi di wilayah tersebut sejak Agustus 2018. Pihaknya juga telah melakukan pemberitahuan akan gudang tersebut ke Kelurahan. "Informasinya pihak kelurahan sudah dua kali menyurati agar gudang itu ditutup. Belum lagi peringatan ke tiga disampaikan, gudangnya malah meledak," sebutnya.
Bukan itu saja, lanjut Suryadi, berdasarkan laporan warga, di lokasi tersebut kerap keluar masuk kendaraan tanki dengan kapasitas besar "Kata warga gitu, tapi tidak tiap hari. Tapi ada gitu aktivitas mobilnya,"ujarnya.
Bahkan, kata dia, dia bersama warga sempat melakukan rapat membahas keberadaan gudang minyak tersebut. Mereka juga menghadirkan Babinsa, Babinkamtimas dan pihak kelurahan dalam rapat tersebut. Intinya warga minta aktivitas gudang minyak tersebut dihentikan.
Saat ditanya nama pemilik gudang, Suryadi mengaju tidak ingat. Dia hanya mengigat cirri ciri fisiknya. "Orang Medan, kalau dari gaya bicaranya. Kekar badannya. Sering membukakan pintu gudang,"jelasnya. (iws)