Empat Beruang Serang Petani di Batanghari

Rabu, 17 Juli 2019 - 05:38:35 WIB - Dibaca: 1904 kali

(Adrian Faisal/Jambione.com)

MUARA BULIAN - Empat ekor Beruang mengamuk di kawasan Mersam, Batanghari, Selasa (16/7) kemarin. Seorang petani petani bernama Ahmad Syafi'i, warga RT 16 Desa Bukit Harapan, Kecamatan Mersam, nyaris tewas akibat serangan binatang buas tersebut. Pria 29 tahun itu mengalami luka luka cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HAMBA Muara Bulian.

            Istri korban, Iin Ulifah mengatakan, suaminya diserang beruang sekitar pukul 11.00 Wib. ‘’ Saat kejadian, suami saya bersama petugas BPN Kabupaten Batanghari mengukur tanah yang ada kebun kelapa sawit milik orang tuanya di Desa Sengkati Baru," kata Ulifah kepada wartawan di RSUD HAMBA Muara Bulian. 

            Kejadian itu menurut dia terjadi tiba tiba. Suaminya diserang empat beruang ketika berjalan menuju titik sudut perbatasan tanah kebun. Sementara petugas BPN Kabupaten Batanghari yang berada di sepeda motor langsung melarikan diri karena takut. "Jumlah Beruang yang menyerang suami saya empat ekor. Beruntung suami saya bisa menyelamatkan diri," ujarnya. 

            Menurut dia, seekor Beruang yang menyerang suaminya berukuran dewasa. Sedangkan tiga ekor lainnya berukuran kecil. Akibat insiden ini suaminya mengalami luka robek bagian kepala, kaki dan tangan. 

            Kepala Polsek Mersam Iptu Heri Trianto dikonfirmasi membenarkan adanya kawanan beruang menyerang petani. Beruntung nyawa korban masih bisa selamat dari maut. 

"Memang ada warga di terkam beruang saat sedang mengukur lahan," katanya. 

            Menurut Heri, usai musibah itu korban terlebih dahulu dilarikan ke Puskesmas Sungai Puar, Kecamatan Mersam untuk mendapatkan tindakan medis. Dari keterangan dokter jaga Puskesmas, korban harus dirujuk ke RSUD HAMBA Muara Bulian. " Karena luka yang dialami korban sangat dalam. Yakni dibagian wajah dan belakang kepala," ujarnya.

            Heri mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Jambi tentang keberadaan beruang tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batanghari yang menangani kasus tersebut.          "Saya sudah komunikasikan dengam Andri, KPH Batanghari. Beliau yang menangani kasus ini. Biasanya hewan tersebut direlokasi," katanya.

(fai) 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA