Ada Bunker dan Sabu di Markas SMB, Polisi Usut Dana yang Dipungut Muslim dari Anggotanya.

Selasa, 23 Juli 2019 - 05:47:53 WIB - Dibaca: 11571 kali

Banker dimarkas SMB yang ditemukan Polisi di lokasi
Banker dimarkas SMB yang ditemukan Polisi di lokasi (eko siswono/Jambione.com)

JAMBI -  Tim gabungan Polda Jambi- Korem 042/Gapu masih terus melakukan penyisiran di lokasi ‘markas’ Serikat Mandiri Batanghari (SMB) pimpinan Muslim.  Temuan terbaru di lapangan cukup mengejutkan. Di salah satu rumah (pondok) tim menemukan sebuah bunker (ruang bawah tanah) yang diduga sebagai tempat persembunyian rahasia.

            Informasinya, bunker tersebut dibuat cukup rapi. Lantai dan tangga menuju ruang bawah tanah di semen. Tak jauh bunker tersebut tim juga menemukan beberapa paket narkotika jenis sabu dan alat hisapnya alias bong.

‘’ Bunker tersebut cukup tersebunyi di dalam rumah. Dugaan sementara, ruang bawah tanah itu sengaja dibuat  untuk tempat persembunyian atau menyimpan sesuatu,’’ kata sumber jambione di Polda Jambi.

            Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnandi dikonfirmasi membenarkan temuan bunker tersebut. Menurut dia, ruang bawah tanah itu ditemukan oleh tim yang melakukan penyisiran di lokasi. "Tapi (bunker) sudah kosong saat ditemukan," katanya.

            Selain itu, lanjut Kuswahyudi, tim juga menemukan narkotika jenis sabu dan alat hisap yang siap pakai di sekitar bunker tersebut. "Beratnya belum diketahui. Yang jelas ada sabu dan alat hisapnya  atau bong. Paket narkotika itu belum digunakan,"sebut mantan Kapolres Tanjabbar itu.

            Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Edi Fariyadi juga membenarkan penemuan bunker di lokasi markas SMB tersebut " Saat kita temukan bunker tersebut dalam keadaan kosong. Ada tangganya menuju ruang bawah tanah,"katanya.

            Menurut Edi, pihaknya masih terus mendalami semua temuan di lapangan dan keterangan anggota SMB yang sudah ditangkap dan diperiksa. Pihaknya juga tengah mengusut uang iuran wajib yang dipungut Muslim dari anggota SMB Rp 100 ribu perminggu. ‘’ Uang itu digunakan untuk apa. Kita masih usut dana itu," ujarnya.

            Sementara itu terkait temuan sabu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan sabu yang ditemukan itu dalam ukuran kecil."Betul ada sedikit di dalam bungkus rokok. Tapi belum diserahkan ke Direktorat Narkoba,"katanya.

            Pihaknya juga telah melakukan tes urine terhadap 59 anggota SMB yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. ‘’ Hasilnya negatif semua. Tapi kita akan terus dalami. Dari mana asal sabu yang ditemukan di lokasi tersebut,’’ tambahnya.

            Seperti diketahui,  selama empat hari operasi tim gabungan Polda dan Korem sudah menangkap 94 orang anggota SMB. Dari jumlah tersebut, 59 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan anggota Tim Satgas Karhutla dan penyerangan Camp Distrik VIII PT WKS.. Rinciannya, pada operasi hari pertama, tim gabungan meringkus 45 orang. Setelah menjalani pemeriksaan, 41 orang ditetapkan sebagai tersangka.

            Selanjutnya, dalam operasi kedua, ditangkap 49 orang. 18 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.  Dari 59 tersaangka tersebut, 10 diantaranya adalah SAD. Dari hasil pemeriksaan dan analisa polisi, kesimpulan sementara Kelompok SMB pimpinan Muslim ini sudah masuk dalam kategori Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kesimpulan itu didasari temuan di lapangan. Tidak satupun ditemukan alat pertanian, maupun bibit pertanian di lokasi kelompok ini beraktifitas. Yang ditemukan malah senpi (senjaja api), parang, samurai, dan bambu runcing.

Dari lokasi, tim gabungan menyita 10 pucuk senjata api rakitan, 49 bilah senjata tajam, 4 buah peluru tajam, 1 buah peluru tajam di dalam senpi, 2 unit HT, 1 unit laptop, dan 1 helai baju dalam TNI AD. Selain itu, juga disita 2 unit sepeda motor dan sejumlah bambu runcing.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan Muslim dan SMB nya memanfaatkan SAD sebagai alat untuk mendapatkan  lahan yang mereka duduki. "SAD sebagai tameng mereka. SAD hanya ada sekitar 10 persen saja dari massa yang ada di sana," katanya.

 ‘’Mereka kerap mengintimidasi, memaksa, membakar dan meneror. Kegiatan mereka meresahkan warga lain. Karena dilakukan massif dan teroganisir,” kata jenderal polisi bintang dua ini dalam konferensi pers di Polda Jambi, Jumat (19/7). ‘’Muslim juga memiliki senjata api jenis F 16 dengan kaliber peluru standar yang biasa digunakan meneror," kata Muchlis lagi.

Menurut catatan polisi, lanjut Muchlis, sejak memulai konflik April 2018 lalu, kelompok SMB pimpinan Muslim telah melakukan 9 kali aksi kriminalitas. Ada 14 laporan polisi tindakan kriminal mereka yang tersebar di Polres Tanjung Jabung Barat, Polres Batanghari, Polres Tebo dan Polda Jambi.

            Diantaranya, mereka pernah menyerang dan melakukan pengurusakan Camp Distrik  IV PT WKS di wilayah Batanghari. Lalu, penyerangan Camp DIstrik VIII PT WKS di wilayah Lubuk Kambing Tungkal Ulu Tanjab Barat yang berbatasan dengan kabupaten Tebo.

Selain itu, Muslim dan kelompoknya juga penah mendatangi Polres Batanghari. Ketika itu mereka mempersenjatai diri dengan bambu runcing menuntut dua rekannya yang ditahan karena pelakukan penganiayaan.  Beberapa korban yang menjadi sasaran keberingasan kelompok ini adalah petugas Security PT WKS.

            Kemudian, dalam bulan Juli 2019 ini saja, Muslim Cs sudah dua kali melakukan penyerangan. 10 Juli lalu, mereka menyerang anggota Koperasi yang memegang Izin mengelola lahan PT WKS dalam wilayah konflik. Dalam pertiwa yang terjadi di Desa Belati Jaya itu, Kepala Desa Sengkati Baru Hendrianto ikut jadi korban pengeroyokan. Mereka yang dilengkapi senjata api kecepek juga menembaki dan merusak truk yang mengangkut anggota kopersi.

            Tindakan kelompok ini yang paling fatal adalah menyerang anggota Tim Satgas terpadu Karhutla di Camp Distrik VIII PT WKS, Sabtu, 13 Juli lalu. Tiga orang anggota Satgas Karhutla terluka dalam penyerangan itu. Dua dari TNI dan satu petugas Damkar PT WKS. Selain itu, Muslim Cs juga merusak pasilitas di Campt Distrik VIII PT WKS.

            Polisi mencatat, total kerugian akibat penyerangan yang videonya beredar dan viral di media sosial (medsos/FB) itu mencapai 10 Miliar. ‘’ Ada kompter, alat pemantau api Karhutla yang harganya mencapai Rp 1 Miliar ikut dirusak. Belum lagi fasilitas lainnya, bangunan dan kendaraan. Jika ditotal mencapai Rp 10 Miliar,’’ kata Muchlis.

Karena tindakannya yang makin brutal inilah tim gabungan POlda Jambi-Korem 042/GAPU bergerak menindak tegas Muslim dan kelompoknya. (isw)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA