Merasa Ditipu Muslim, SAD Serahkan 10 Senpi Rakitanke Polisi

Selasa, 23 Juli 2019 - 05:50:09 WIB - Dibaca: 3701 kali

(Adrian Faisal/ Jambione.com)

JAMBI --Pasca penangkapan secara besar besaran dilakukan tim gabungan Polda Jambi- Korem 042/GAPU, kedok Muslim dan kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang selama ini menduduki lahan PT Wirakatya Sakti (WKS) mengatasnamakan masyarakat terbongkar. Ternyata selama ini, Muslim hanya memanfaatkan warga Suku Anak Dalam (SAD) dan warga lokal untuk mendapatkan lahan. Padahal sebagian besar mereka adalah warga dari luar Jambi.

            Merasa tertipu, kelompok SAD pun mulai membelot. Mereka menyerahkan senjata api rakitan (kecepek) yang selama ini mereka gunakan untuk menjaga lahan kepada polisi. Sedikitnya ada 10 pucuk kecepek yang diserahkan kepada anggota Polres Batanghari. Penyerahan berlangsung, Minggu (21/7), sekira pukul 23.00 WIB. 

            Kapolres Batanghari AKBP Moh Santoso mengatakan 10 pucuk kecepek diperoleh dari kelompok SAD Marahman (Temenggung Lidah Pembangun) yang berjumlah 50 orang. "Kelompok ini turut serta menduduki lahan Konsesi PT WKS, Jalan Poros 800 Blok 473," kata Santoso dalam konferensi pers, di Mapolres Batanghari, Senin (22/7). 

            Menurut dia, Kelompok SAD Marahman tergabung dalam SMB pimpinan Muslim. 

Mereka bergabung sekira tujuh bulan lalu. "Alasan SAD menyerahkan kecepek karena mereka merasa tertipu dengan kegiatan yang dilakukan Muslim," ungkap Santoso.

            Sebelumnya, lanjut Santoso, saat melakukan patroli bersama petugas TNI dan Security PT WKS, petugas menemukan dua orang SAD yang kemudian menunjukkan kepada tim keamanan 10 senjata rakitan.  "Setelah diinterogasi, pendataan dan pembinaan, mereka dikembalikan ke habitatnya dalam wilayah Muara Kilis, Kabupaten Tebo," katanya. 

            Lebih lanjut Santoso menjelaskan, setelah dapat bersosialisasi dan diberi pengertian, akhirnya kelompok SAD sadar mereka sudah ditipu oleh Muslim. Lalu mereka dengan sadar dan sukarela menyerahkan senjata kepada pihak keamanan. 

            Sebelum bergabung dengan kelompok SMB pimpinan Muslim, senjata kecepek digunakan SAD untuk berburu. Setelah bergabung, mereka diperintahkan Muslim sebagai keamanan dan menakuti pihak lain. Tujuan ini dilakukan agar mereka tetap eksis melakukan kegiatan di Distrik VIII PT WKS. 

            "Operasi akan terus dilakukan sampai lokasi benar-benar steril, aman dan akan dilanjutkan kemungkinan akan ditemukan senjata lain masih ada. Karena kegiatan operasi pengamanan masih terus berjalan hingga saat ini," pungkasnya. (fai) 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA