Setor Rp 10 Juta, Lahan yang Diberi Tak Sesuai Janji; Sebagian Lari ke Hutan

Para ‘Korban’ Muslim Mulai Melapor

Kamis, 25 Juli 2019 - 09:03:06 WIB - Dibaca: 13806 kali

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI – Kedok Muslim menggunakan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) untuk mencari keuntungan pribadi mulai terbongkar. Modusnya, Muslim memprovokasi anggota SMB menduduki lahan milik perusahan (PT WKS), lalu memperjualbelikannya. Baik kepada anggota SMB maupun kepada warga lokal dan luar Jambi.

Beberapa korban yang merasa ditipu oleh Muslim melapor ke Polda Jambi. Salah satunya

Sobirin, warga Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Rabu (24/7) kemarin, sambil menangis, Sobirin  melapor ke Polda Jambi. Dia mengaku sudah ditipu oleh Muslim, ketua SMB. "Saya ini korban. Saya dijanjikan lahan 3,5 hektar dan saya sudah bayar Rp 10 juta. Tapi saya baru diberi tanah seluas 1 hektar," kata Sobirin,  kepada wartawan saat keluar dari SPKT Polda Jambi.

            Sobirin mengaku setiap bulan diminta setor ke Muslim sebesar Rp 100 ribu. Jika tidak, akan diusir dari lahan yang digarapnya. "Kalau dak bayar saya disuruh tinggalkan lahan," ujarnya. 

Menurut Muslim, dalam kelompok yang satu lokasi dengan dirinya terdapat 34 orang lainnya yang juga bertani. 

            "Ada yang dari Medan. Baru satu bulan di lokasi. Buka lahan sendiri. Kami semua buka lahan sendiri surat-suratnya tidak ada,"katanya. Setelah kejadian penangkapan besar besaran yang dilakukan Polisi dan TNI, menurut Sobirin, sebagian dari anggota yang berjumlah 34 orang tersebut pulang ke daerahnya masing masing. Sebagian lagi melarikan diri ke hutan karena takut ditangkap.

            "Ada yang anak-anak dan yang lainnya takut untuk keluar dan lari ke hutan. Takut ditangkap," ujarnya. Dijelaskan, anak-anak di dalam hutan tersebut saat ini banyak yang tidak makan  karena takut dengan situasi dan kondisi. "Mereka ketakutan. Mereka butuh makan. Banyak yang kelaparan," tandasnya.

            Seperti diberitakan sebelumnya, Muslim pimpinan SMB, menjanjikan warga dengan luas tanah 3,5 hektar dengan uang setoran Rp 10 hingga Rp15 juta. Setoran itu dapat diangsur Rp 3 juta saat uang ada.

            Namun, tanah yang dijanjikan tidak sepenuhnya diberikan kepada warga. Dari 3,5 ha yang dijanjikan, sebagian hanya ada yang dapat 0,5 ha hingga 1,5 ha saja. Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Edi Fariyadi mengimbau kepada semua lapisan masyarakat yang menjadi korban penipuan Muslim, segera melapor ke kantor polisi terdekat.

            Edi mengimbau agar masyarakat tidak takut dan keluar dari  kawasan hutan. "Kita tidak akan menangkap yang tidak melakukan tindakan kriminalitas," sebutnya. "Bagi korban yang merasa tertipu segera melapor ke polsek setempat atau ke polres dan bisa juga ke Polda Jambi," katanya, Rabu (24/7).

            Menurut Edi saat ini pihaknya tengah mendalami kasus SMB. Kemungkinan adanya tersangka baru bisa saja terjadi. "Tergantung dari proses penyidikan nanti," sebutnya.

           

            Sementara itu, tim gabunga TNI-Polri masih terus bergerak menyisir camp camp kelompok SMB dan melakukan sterililsasi wasasan yang selama ini diduduki Muslim dan anggotanya.

            "Hasil penyisiran di rumah-rumah kelompok SMB pada hari Selasa, petugas mendapatkan sembilan pucuk senjata api rakitan (kecepek) dalam wilayah Distrik IV dan Distrik VIII," kata Kapolres Batanghari AKBP Moh Santoso melalui Kabag Ops Kompol Ahmad Bastari Yusuf, Rabu (24/7). 

            Menurut Bastari, kantor PT Wira Karya Sakti (WKS) Distrik VIII masuk dalam wilayah Kabupaten Tanjab Barat. Sedangkan lokasi pemukiman kelompok SMB pimpinan Muslim masuk wilayah Kabupaten Batanghari. 

            "Kecepek sudah diamanankan petugas ke Mapolres Batanghari. Saat penyisiran, petugas tidak lagi menemukan penghuni rumah karena telah melarikan diri," ujar mantan Kapolsek Telanaipura, Kota Jambi ini. 

            Selain menemukan kecepek, petugas gabungan juga menemukan senjata tajam berupa parang, arit dan bambu runcing. Kumpulan senjata tajam dan bambu runcing berada di dalam dan di luar rumah. 

            "Kegiatan sterilisasi dan penertiban yang dilakukan personil gabungan TNI-Polri di Distrik VIII PT WKS bertujuan untuk memberikan pengamanan pasca kejadian penyerangan kelompok SMB di bascamp Distrik VIII PT WKS," kata perwira satu melati di pundak ini. 

            Kegiatan sterilisasi dibagi menjadi tiga tim. Tim 1 dipimpin Ipda Agus S berjumlah 26 personel. Tim ini melakukan pengamanan sterilisasi dan penertiban pondok kelompok SMB yang berada dilokasi Jalan 800 F.

            Kemudian Tim II dipimpin AKP Supriyanto berjumlah 26 personel melakukan pengamanan sterilisasi dan penertiban pondok kelompok SMB yang berada dilokasi seputaran pos terpadu Distrik VIII PT WKS Jalan 803.

            Tim III gabungan personel Polres Batanghari, Polres Bungo dan Polres Tebo, dipimpin AKP Asrul Sani berjumlah 52 personel. Tim ini melakukan pengamanan sterilisasi dan penertiban pondok kelompok SMB yang berada di lokasi Jalan 802.

            Selain itu, Polres Batanghari dan Polsek Mersam juga telah membentuk posko terpadu bagi korban penipuan Muslim.  Posko ini dibentuk untuk menerima informasi atau pengaduan adanya penipuan yang dilakukan Muslim kepada masyarakat. ‘’ Korban dijanjikan akan diberikan lahan," kata Kapolres Batanghari AKBP Moh Santoso, Rabu (24/7).

            Menurut dia, bagi masyarakat yang telah menyerahkan uang dan dijanjikan mendapat tanah. Tapi sampai sekarang tidak ada, silahkan melapor kepada polisi. "Sampai hari ini kita belum menerima laporan atau pengadaan dari masyarakat yang tertipu," ucapnya.  (isw/fai) 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA