Berlatar Belakang Asmara, Pelaku Tetangganya Sendiri, Pemuda Bisu

ABG Tewas Digorok, Lalu Diperkosa

Jumat, 26 Juli 2019 - 10:06:24 WIB - Dibaca: 2515 kali

(ist/Jambione.com)

 

 

MUARA BUNGO- Seorang gadis 16 tahun, berinisial RM, Warga Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo ditemukan tewas mengenaskan, Rabu (24/07), sekitar pukul 16.30 WIB. Tubuh anak baru gede (ABG) itu bersimbah darah terbungkus kain di dalam kamarnya.

Melihat kondisi mayat, korban diduga tewas akibat dibunuh. Di leher korban terdapat bekas luka robek cukup dalam akibat gorokan senjata tajam. Dugaan itu tidak meleset. Kurang dari 24 jam, tim Opsnal Reskrim Polres  Bungo berhasil meringkus tersangka pelaku berinisial SD. Yang mengejutkan ternyata si pelaku adalah tetangganya sendiri, pemuda 26 tahun yang menderita tuna wicara alias bisu.

Informasinya, polisi awalnya kesulitan mengungkapkan motif pembunuhan tersebut karena pelaku menderita tuna wicara alias bisu. ‘’ Pelaku berhasil kita amankan pukul 04.00 WIb, Kamis dini hari. Saat ini kita masih melakukan pengembangan apakah tersangka melakukan pembunuhan seorang diri atau ada pelaku lain. Tapi kita kesulitan karena pelaku tuna wicara alias bisu,"kata Waka Polres Bungo, Kompol  Yudha Pranata.

Untuk mengorek keterangan dari pelaku, polisi harus menggunakan tenaga penerjemah bahasa isyarat. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui motif pembunuhan tersebut berlatar belakang asmara. Tersangka yang menderita tunawicara nekat menghabisi RM karena terbakar cemburu melihat korban dibonceng oleh pria lain. Karena sakit hati, lalu mencari cara menghabisi korban. 

Sumber di kepolisian mengungkapkan, RM dihabisi pelaku sekitar pukul 09.30 Wib, Rabu (24/7). Pagi itu, pelaku diam diam mendatangi rumah korban. Kebetulan pagi itu, kedua orang tua korban lagi tidak berada di rumah. Pelaku (SD) lalu masuk ke dalam kamar korban yang pagi itu sedang tidur tiduran di kasur.

Korban yang tidak menyadari kedatangan pelaku tidak bisa berbuat apa apa. Karena begitu masuk ke kamar, pelaku langsung menyerang korbvan dan menggorok lehernya dengan pisau. Belum puas, pelaku lalu melucuti pakaian korban yang sudah bersimbah darah. Selanjutnya, pelaku memperkosa korban.

Selesai melakukan perbuatannya, pelaku lalu membungkus tubuh korban dengan kain sprei.  Tubuh korban kemudian disembunyikan dalam kolong bawah tempat tidur. Selanjutnya, pelaku langsung melarikan diri.

Pembunuhan disertao pemerkosaan terhadap RM itu baru diketahui sekitar pukul 16.30 Eib, atau sekitar tujuh jam setelah kejadian. Orang yang pertama menemukan mayat RM adalah adiknya, Riyanni. Sore itu, gadis 12 tahun tersebut memanggil korban yang berada di dalam rumah, karena tidak terlihat menjaga toko di depan rumahnya. Namun, beberapakali panggilannya tidak mendapat sahutan. Sementara pintu rumah tertutup rapat.

Kemudian, Riyanni masuk ke rumah. Ketika membuka kamar korban, dia terkejut melihat banyak bercak darah.  Riyanni makin shock ketika menemukan korban bersimbah darah terbungkus kain sprei di dalam kolong tempat tidur. Sambil berteriak minta tolong, dia langsung melaporkan kejadian itu kepada Kakaknya, Samsul Bahri yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian, kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Bungo.

Riyanni (12), adik korban saat dikonfirmasi mengatakan, sore itu dia memanggil korban karena tidak terlihat berada di toko, depan rumah. Padahal biasanya, korban selalu menjaga toko. “ Awalnya saya memanggil kakak saya, tapi tak ada jawaban. Setelah di cek ke dalam rumah, dia sudah berdarah darah dibungkus dengan kain,” kata Riyanni .

Muhamad Ali, Kepala Kampung Benit Dusun Sungai Mengkuang dikonfirmasi mengatakan mayat korban ditemukan sekitar pukul 17:00 Wib. Melihat kondisi mayat, kata dia, warga sudah curiga korban tewas akibat dibunuh. Makanya, kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi.  

 ‘’ Dari hasil identifikasi petugas kepolisian di lapangan, ditemukan ada bekas luka tusukan dan gorokan senjata tajam di leher korban,’’ katanya.(yad)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA