Tim Kesulitan Mencari Sumber Air, 13 Titik Panas Tersebar di 7 Kabupaten

Kebakaran Lahan Meluas, Sudah 20 Ha Ludes

Senin, 29 Juli 2019 - 06:01:09 WIB - Dibaca: 2090 kali

Petugas tim karhutla melakukan pemdaman api kebakaran
Petugas tim karhutla melakukan pemdaman api kebakaran (Afrizal/Jambione.com)

MUARASABAK- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) meluas.  Hingga Minggu (28/7) sore, diperkirakan luas lahan yang terbakar di Desa Mencolok, Kecamatan Mendahara Ulu sudah mencapai puluhan hektar lebih. Sebelumnya, Minggu malam luas lahan yang terbakar sudah mencapai 15 hektar.

Kasat Pol PP dan Damkar Tanjabtim, Hendri mengatakan kebaklaran lahan di Desa Mencolok sudah berlangsung sejak tiga hari lalu. Sulitnya mendapatkan sumber air menjadi kendala utama tim gabungan di lapangan memadamkan api.

 “Tadi malam (Sabtu malam) luas lahan terbakar diperkirakan sudah mencapai 15 hektar. Sekarang kemungkinan sudah mencapai puluhan hektar. Karena hingga saat ini kebakaran terus meluas, dan tim kesulitan untuk memadamkan api,” kata Hendri, Minggu (28/7) kemarin.

Menurut Hendri, segala upaya sudah dilakukan tim gabungan di lapangan untuk memadamkan api. Bahkan alat berat pun sudah dikerahkan untuk menggali kanal guna mendapatkan sumber air dan membantu melakukan pemadaman. Namun, masih kurang maksimal. “Water booming juga sudah dilakukan sebanyak tiga kali,” tambahnya.

Tim Damkar kabupaten yang telah berjibaku memadamkan api selama dua hari pun, terpaksa ditarik mundur guna menjaga keselamatan dan kesehatan. Asap yang semakin tebal di lokasi kejadian dikhawatirkan dapat membahayakan kondisi kesehatan tim damkar kabupaten. “Hari ini (Minggu kemarin) tim damkar kita tarik mundur dulu. Sementara di lokasi masih ada tim dari Polri, TNI, dan Manggala Agni,” katanya.

Karhutla yang terjadi di Desa Mencolok Kecamatan Mendahara Ulu ini merupakan yang terbesar pada tahun ini. Sebelumnya juga terjadi kejadian serupa di beberapa kecamatan lain. Hanya saja luas lahan yang terbakar tidak signifikan dan pemadaman pun dapat dilakukan dengan cepat.

Karhutla di Kecamatan Sadu pada pekan pertama Juli misalnya. Lahan yang terbakar sekitar tiga hektar. Kemudian karhutla di Kecamatan Dendang di dua lokasi berbeda, yang menghanguskan sekitar satu hektar lahan lebih. Terakhir Karhutla di Kecamatan Muarasabak Timur, yang juga dapat diantisipasi oleh tim karhutla sehingga kebakaraan di beberapa lokasi tersebut dapat ditanggulangi dengan segera.

“Satu-satunya kendala utama pemadaman api di Kecamatan Mendahara Ulu ini, tim di lapangan kesulitan mendapatkan sumber air. Akibatnya api terus menyebar. Bahkan lahan warga yang telah ditanami sawit pun tak luput dari lalapan api,” kata Hendri.

            Sementara itu, saat ini terpantau 13 titik panas (Hot spot) di Provinsi Jambi. Ke 13 titi itu tersebar di 7 Kabupaten. Yakni Batanghari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun dan Tanjung Jabung Barat  (Tanjabbar).  Satu di antaranya berpotensi menjadi titik api dan terjadi kebakaran.

Titik panas tersebut berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) dan Suomi NPP dengan Tingkat Kepercayaan lebih dari 50 persen di tanggal 27 Juli 2019 yang di  update tanggal 28 Juli 2019 pukul 05.00 wib.

            Dari 13 titik panas tersebut, yang berpotensi menjadi titik api yakni di Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari dengan tingkat kepercayaan mencapai 100 persen. "Dengan titik koordinat Bujur 102.771 dan lintang - 1.8016,"kata Prakirawan BMKG Jambi melalui rilis nya.

            Masih di Batanghari terdapat dua titik lainnya. Yakni di Kecamatan Bajubang dengan tingkat kepercayaan mencapai 74 persen dengan  koordinat Bujur 103.3848 dan Lintang  -2.2767. Dan tingkat kepercayaan 65 persen dengan koordinat Bujur 103.3754 dan lintang -2.278.

            Sementara itu, Kabupaten Bungo, terdapat satu titik panas yang berada di Kecamatan Limbur Lubuk Mangkuang dengan tingkat kepercayaan mencapai 65 persen dengan koordinat Bujur 101. 6402 dan Lintang 1.6708. Sedangkan di Kabupaten Paling Barat  Jambi, Kerinci memiliki dua titik panas. Masing masing berada di Kecamatan  Air Hangat Timur, yakni 58 persen dengan koordinat Bujur 101.4594 dan Lintang -2.0236 dan titik panas pada Bujur 101.4611,  lintang -2.0279 dengan tingkat kepercayaan mencapai 54 persen.

            Lalu di Kabupaten Merangin terdapat dua titik. Yakni di Kecamatan Nalo Tantan dengan koordinat Bujur 102.2735, Lintang -2.0124 dengan tingkat kepercayaan mencapai 62 persen, dan di Kecamatan Lembah Masurai, Bujur 102.0938, lintang -2.4245 dengan tingkat kepercayaan 55 persen.

            Selanjutnya, Kabupaten Muarojambi, dengan titik bujur 103.9793, Lintang -1.4078 dengan tingkat kepercayaan titik panas mencapai 73 persen. Titik ini berada di Kecamatan Kumpeh. Sedangkan Kabupaten Sarolangun terdapat di tiga kecamatan yakni, Limun dengan Bujur 102.4849,Lingang -26727  dengan tingkat kepercayaan titik panas 62 persen.

Kemudian di Kecamatan Batang Asai dengam bujur 102.2081, Lintang -2.6787 dengan73 persen. Berikutnya di Kecamatan Mandiangin, Bujur 103.1026, Lintang -2.1978 dengan titik panas 68 persen.

            Terkahir di Kabupaten  Tanjabar di Kecamatan Senyerang dengan Bujur 103.1051, Lintang -0.9091 dengan tingkat kepercayaan mencapai 51 persen. (zal/isw)

 

 

 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA