Karhutla Trus Meluas, Lahan Terbakar Capai 110 Hektar

Selasa, 30 Juli 2019 - 06:37:17 WIB - Dibaca: 1527 kali

()

JAMBI- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi cukup mengkhawatirkan. Sampai Senin (29/7) kemarin, luas lahan dan hutan yang terbakar sudah mencapai 110 hektar. Saat ini dua kabupaten sudah ditetapkan berstatus siaga Karhutla. yakni Muarojambi dan Batanghari.

            Data dan informasi ini disampaikan Danrem 042/ Garuda Putih (Gapu) Kolonel Arh  Elphis Rudy selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Senin (29/7). "Dua kabupaten itu (Batanghari dan Muarojambi) sudah naik status jadi siaga," ujarnya.

            Menurut Elphis, 110 hentare lahan yang sudah terbakar tersebar di berbagai wilayah yang ada di Provinsi Jambi. Yaitu Batanghari, Muarojambi, Tanjab Timur dan Tanjab Barat. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan lahan, saat ini Satgas Karhutla sudah menyiagakan 1.500 personil. Rinciannya 500 personel TNI, BPBD 105, Polda Jambi 205 dan tim masyarakat sebanyak 700 orang. "Lebih kurang 1.500 personel gabungan yang disiagakan saat ini," ucapnya.

            Pemadaman yang dilakukan saat ini menggunakan dua metode, yakni melalui darat  dan udara. "Pakai heli milik PT WKS. Yang dari pusat belum ada karena status belum naik untuk provinsi dan tim melalui darat,"sebutnya. 

            Lebih lanjut Elphis mengatakan, Tanjung Jabung Barat  dan Tanjung Jabung Timur merupakan dua kabupaten yang memiliki titik api paling banyak di antara kabupaten lainnya. 

"Kenapa dua kabupaten ini tidak menetapkan  status siaga Karhutla? Padahal titik api paling banyak," katanya.

            Menurut Elphis, kebakaran yang terjadi di dua kabupaten itu banyak berada di kawasan gambut. Elphis menegaskan pihaknya saat ini telah menyiapkan personel penuh untuk mengatasi karhutla. "Personel sudah siap, sewaktu waktu siap ke lapangan," bebernya 

            Dia menghimbau warga tidak melakukan pembakaran hutan atau sejenisnya. Hindari membuang puntung atau yang lainnya karena bisa berakibat fatal sekali. ‘’ Kebakaran hutan yang terjadi saat ini mayoritas dilakukan oleh masyarakat biasa. Sedangkan perusahaan belum ada informasi. Yang di WKS kemarin dibakar oleh kelompok SMB," pungkasnya.

 

            Sementara itu, dari Tanjab Timur dilaporkan, kebakaran lahan di Desa Mencolok, Kecamatan Mendahara Ulu terus meluas. Hingga Senin sore, luas lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 200 hektar. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Karena api belum dapat dipadamkan. Saat ini tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PT WKS, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api tengah bahu membahu medamkan api yang cepat meluas.

            Kepala BPBD Tanjab Timur, Jakfar mengatakan lahan yang terbakar adalah lahan pertanian. Namun, belum ada tanam tumbuh di atasnya. Karena areal yang terbakar merupakan lahan gambut maka api cepat meluas. Hal ini perparah rumput di areal ini juga kering.

            “Apinya sejak Sabtu (27/7) kemarin. Saat ini belum padam. Luas yang terbakar kurang lebih ada 200 hektar. Kemarin (Minggu) yang cukup luas terbakar. Kita belum tahu hari ini berapa luasnya,”kata, Senin (29/7).

            Anehnya, lanjut Jakfar, api yang telah meluas ini tidak terpantau oleh Satelit Terra Aqua Suomi NPP. Makanya, dalam rilis BMKG, tidak ada hotspot di lokasi. Namun, kebakaran lahan yang terus meluas ini telah dilaporkan.

Jafar mengatakan, pihaknya belum meminta bantuan kepada provinsi agar water bombing diturunkan. Sebab, pemadaman darat masih dapat dilakukan sampai saat ini. 

Hanya saja, persedian air di lokasi sangat minim. Makanya, alat berat juga telah diturunkan ke lokasi untuk membuat jalur air. “Intinya tim kita masih bekerja. Mudah-mudahan api dapat dipadamkan agar tidak bertambah luas,”tambahnya.

            Kapolsek Mendahara Ulu Iptu Abdul Jalil menjelaskan, luas lahan yang terbakar tidak mencapai 200 hektar. Hanya 20,5 hektar. Memang jika dilihat dari luas hamparan ada 200 hektar. Tapi api tidak semuanya terbakar. Hanya ada beberapa titik-titik tertentu yang terbakar.

            “Apinya kan pindah-pindah. Tidak semuanya terbakar. Inikan baru 1 hari 1 malam. Kalau 200 hektar itu, paling tidak kebakarannya sudah satu seminggu. Kita sudah petakan hanya 20,5 hektar,”jelasnya.

            Lagi pula, lanjut dia, api telah padam sejak Senin (29/7) dinihari. Saat ini tim memang masih di lokasi melakukan pendinginan, bukan memadamkan api. ”Ini saya masih di lokasi. Tinggal proses pendinginan. Untuk penyebab kita masih melakukan penyelidikan. Begitu juga dengan pemilik kebun, kita masih tunggu. Karena ada kebun sawit milik masyarakat yang terbakar,”katanya.

            Berdasarkan pantauan di jalan lintas Jambi-Murasabak, Senin (29/7) pagi,  tepatnya zone V, jalan sudah mulai berkabut. Tapi jarak pandang masih tergolong normal. (isw/zal)

 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA