JAMBI – Angka kecelakaan lalulintas di Jambi tahun 2019 cukup tinggi. Menurut data dari Direktorat Lalulintas Polda Jambi, terhitung sejak Januari- Juli saja terjadi 717 kecelakaan lalulintas di Provinsi Jambi. Dari jumlah tersebut, tercatat 200 nyawa melayang di jalanan (meninggal dunia). Kerugian material mencapai Rp 3.863.900.000 atau Rp 3,8 Miliar lebih.
Direktur Lalulintas Polda Jambi, Kombes Pol R Juni mengatakan, dari 200 korban meninggal dunia, sebagian tewas di lokasi kejadian. Dan sebagian lagi tewas dalam perjalanan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. ‘’ Jumlah korban luka lebih banyak lagi. Luka ringan tercatat 958 orang dan luka berat 120 orang,’’ katanya, Selasa (30/7) kemarin.
. Menurut Juni, sebagian besar kecelakaan lalulintas factor utamanya disebabkan kelalalaian pengendara. Dimana penguna kendaraan kerap kali mamaksakan diri untuk menempuh perjalalan yang cukup jauh.
“ Kecelakaan didominasi kendaraan pribadi. Kalau kendaraan angkutan cenderung sedikit menurun. Tapi angka itu bisa saja berubah, karena setiap harinya akan selalu ada laporan yang masuk jika terjadi kecelakaan,” sebutnya.
Untuk mencegah kecelakaan, Juni menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi rambu rambu lalulintas, menggunakan helm, sabuk pengaman dan kondisi kendaraan serta fisik.
"Jika lelah, jangan dipaksakan. Beristirahatlah di rumah makan atau Pom bensin. Jika perjalan masih jauh, Polres ataupun polsek yang di lintasi bisa juga menjadi alternatif tempat melepas lelah. Tidak ada yang larangan beristirahat di polsek maupun polres,” ucapnya.
Lebih lanjut Juni menjelaskan, jika di Rinci per wilayah, jumlah angka kecelakaan tertinggi terjadi di wilayah hukum Polresta Jambi. Yakni 253 kejadian. Korban meninggal dunia 25 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 385 orang. Kerugian materi Rp 259.550.000.
Lalu disusul wilayah Polres Batanghari, 53 kejadian dengan korban meninggal dunia 23 orang, luka berat 44 orang, dan luka ringan 42 orang. Kerugian material mencapai Rp 155.800.000 juta. Berikutnya, Polres Bungo, 82 peristiwa kecelakaan, 19 tewas, 42 orang luka berat dan 96 orang luka ringan. Kerugian meteri Rp 437.700.000.
Selanjutnya di kabupaten Tebo terjadi 45 kasus laka lantas. Korban tewas 20 orang, luka berat 8 orang dan luka ringan 53 orang. Kerugian Rp 297.300.000. Kemudian, di wilayah
Polres Kerinci terjadi 3 laka lantas yang menyebabjan 3 orang tewas, luka berat 2 orang dan luka ringan 3 orang. Kerugian Rp 8.000.000.
Kemudian, di wilayah Tanjung Jabung Barat terjadi 44 laka lantas dengan korban tewas 23 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 46 orang. Kerugian mencapai Rp 443.500.000.
Di Tanjung Jabung Timur terjadi 20 kasus lakalantas yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia. 3 orang luka berat dan 22 luka ringan. Kerugian materi Rp 37.400.000.
Selanjutnya, di wilayah Sarolangun tercatat ada 41 kejadian laka lantas yang menyebabkan 20 orang tewas, 11 luka berat dan 22 luka ringan. Kerugian materi sendir tercatat sebesar Rp 289.600.000. lalu, di Kabupaten Merangin terjadi 33 peristiwa kecelakaan yang menyebabkan 33 orang tewas, 11 luka berat dan 56 luka ringan. Kerugian materi Rp 476.750.000.
Berikutnya, di wilayah Muaro Jambi jumlah kecelakaan lalulintas juga cukup tinggi dalam 7 bulan terakhir. Yakni, 142 kejadian dengan korban tewas sebanyak 31 orang, 3 luka berat dan 243 luka ringan. Kerugian material mencapai Rp 1.458.300.000. (isw)