JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus meluas. Jumlah titik lokasi kebakaran juga terus bertambah. Begitu juga dengan status siaga kebakaran. Selain Batanghari dan Muarojambi, Selasa (30/7) kemarin, Tanjab Timur juga sudah meningkat status menjadi siaga darurat Karhutla.
Melihat konidisi yang darurat Karhutla, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengeluarkan sejumlah instruksi dan himbauan. Diantaranya memerintahkan seluruh jajarannya menindak tegas pelaku pembakaran lahan dan hutan. Baik perusahaan maupun perorangan. Selain itu, Muchlis juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak sembarangan membuang puntung rokok atau bahan yang mudah terbakar.
"Mari sama sama kita jaga agar tidak terjadi karhutla. Sejauh ini masih aman. Jangan sampai kita Jambi dicap sebagai daerah memproduksi asap," katanya di Polda Jambi, Selasa (30/7) kemarin.
Menurut Muchlis, saat ini patroli gabungan TNI - Polri terus dilalukan secara intensif di berbagai daerah. Selain itu TNI-Polri juga turut melakukan pemadaman api di sejumlah daerah. Namun, saat ditanya apakah sudah ada tersangka atau pelaku karhutla yang ditindak? Muchlis mengatakan hingga saat ini belum ada yang di amankan. "Belum ada yang diamankan. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi," tandasnya.
Prakirawan BMKG Provinsi Jambi, berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) dan Suomi NPP (Tingkat Kepercayaan >50%) Tanggal 29 Juli 2019 yang di update pada tanggal 30 Juli 2019 pukul 05.00 WIB, di wilayah Provinsi Jambi terdapat 30 titik panas atau hot spot. Diantaranya di Kabupaten Tanjab Barat 1 hotspot, Kabupaten Tanjab Timur 3 hotspot, Muaro Jambi 19 hotspot, Tebo 5 hotspot, Sarolangun 1 hotspot dan Merangin 1 titik panas
Sementara itu dari Tanjab Timur di laporkan titik lokasi kebakaran hutan dan lahan bertambah lagi. Belum lagi tuntas Karhutla di Desa Mencolok Kecamatan Mendahara Ulu, yang terjadi sejak empat hari lalu, Selasa (30/7) kemarin, kebakaran terjadi lagi di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu. Karhutla yang terjadi di sejumlah titik pada bulan ini, memaksa Pemkab Tanjabtim menaikan status menjadi siaga darurat karhutla.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tanjabtim, Indra Sakti Gunawan mengatakan, kebakaran di Desa Mencolok Kecamatan Mendahara Ulu saat ini dipastikan telah padam. Hanya saja tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan.
“Karhutla di Desa Mencolok menghanguskan sekitar 25 hektar lebih. Setelah tim pemadam berjibaku selama beberapa hari dan dibantu water booming oleh helikopter milik PT. WKS, saat ini titik api sudah padam dan tinggal proses pendinginan saja,” katanya.
Namun para petugas yang memiliki motto ‘’Pantang Pulang Sebelum Api Padam ini’’, ternyata harus kembali ke lapangan setelah mendapat informasi adanya karhutla di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu. Kebakaran di lokasi ini merupakan kedua kalinya. Sebelumnya Karhutla juga terjadi di Desa Cemara, Kecamatan Sadu.
“Untuk Karhutla di Sadu, kami belum mendapat informasi lebih lanjut berapa luas lahan yang terbakar. Karena tim pemadam saat ini masih di lokasi, begitu juga soal titik api sudah berhasil dipadamkan atau belum,” katanya.
Melihat sejumlah Karhutla yang terjadi di Kabupaten Tanjabtim ini, lanjut Indra, berdasarkan hasil rapat status akan dinaikan menjadi siaga darurat karhutla. “Saat ini SK tengah disampaikan ke Bapak Bupati. Jika telah disetujui maka tim akan segera menggencarkan patroli rutin ke tiap wilayah yang dinilai rawan karhutla,” jelasnya.
Sekedar diketahui, Karhutla di Kabupaten Tanjabtim telah terjadi sejak 10 Juli lalu di Desa Cemara Kecamatan Sadu. Kemudian di Kecamatan Dendang pada 13 Juli, di Kecamatan Menhul 27 Juli, dan kini Karhutla di Desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu. Bahkan kebakaran juga sempat terjadi Kecamatan Muarasabak Timur. Hanya saja berkat kesigapan tim pemadam, api tidak meluas dan lahan yang terbakar tidak sampai 1 hektar.(isw/zal)