Luas Lahan Terbakar Capai 248 Hektar Terluas di Muarojambi, Danrem Sebut Ada Unsur Kesengajaan

Senin, 05 Agustus 2019 - 06:00:45 WIB - Dibaca: 1836 kali

(eko siswono/Jambione.com)

JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jambi terus meluas. Sampai Minggu (4/8) kemarin, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 248 Hektar (Ha). Kebakaran terparah terjadi di Desa Arang Arang, Kecamatan Kumpeh Hulu , Kabupaten Muaro Jambi. Luas lahan yang terbakar mencapai 36 hektar. 

Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Dansatgas) yang juga Danrem 042 Garuda Putih (Gapu) Kolonel Arh Elphis Rudy mengatakan kebakaran yang menghanguskan 36 hektar lahan di Desa Arang Arang, Kumpeh Ulu terindikasi sengaja dibakar. Karena yang terbakar tersebut merupakan lahan masyarakat. "Kebakaran ini ada unsur kesengajaan. Saat ini masih diselidiki oleh tim," katanya, Minggu (4/8)

Elphis mengungkapan, dari 248 hektar luas lahan yang terbakar di Jambi sejak Januari hingga Agustus  2019, kebakaran di Desa Arang Arang merupakan yang terparah dan terluas.

"Saat ini masih dalam proses pemadaman dan pendinginan,’’ sebutnya.

            Menurut Elphis, pemadaman api di Desa Arang   Arang  dilakukan melalui dua mekanisme. Yakni jalur darat menggunakan selang mengambil air dari kkanal yang sudah disiapkan. Kemudian, pemadaman juga dilakukan dengan water bombing menggunakan dua helikopter. " Saat ini apinya sudah padam. Hanya tinggal pendinginan,"katanya.

            Lebih lanjut Elphis mengatakan, dua heli yang didatangkan dari Palembang  tersebut saat ini digunakan untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran, Muaro Jambi dan Batanghari. " Dua heli tersebut sangat membantu untuk memadamkan api di kawasan gambut,"katanya lagi.

            Sementara pemadaman melalui jalur darat mengalami kesulitan karena jauhnya sumber air dari lokasi. Sehingga selang sulit menjangakau. " Jarak kanal ke lokasi api cukup jauh. Sehingga  membutuhkan puluhan meter selang. Dan yang terbakar itu lahan gambut. Jadi sulit untuk dipadamkan," ungkapnya.

            Elphis mengatakan, jumlah perosonil dari TNI yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Kumpeh Ulu sebanyak 100 orang. Terdiri dari personil kodim 0415/Batanghari, Raider dan Korem.

Elphis juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar."Jangan membakar. Gunakan cara lain yang bisa dilakukan," pungkasnya.

            Di bagian lain, berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) dan Suomi NPP (Tingkat Kepercayaan >50%) Tanggal 3 Agustus 2019 update Tanggal 4 Agustus 2019 pukul 05.00 WIB, di wilayah Provinsi Jambi terdapat 14  titik panas atau hotspot. Diantaranya di Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo dengan tingkat kepercayaan 68 persen. 

            Kemudian di Kabulaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) terdapat tiga titik. Yakni di Kecamatan Sinyerang dua titik dengan tingkat kepercayaan 100 persen dan 63 persen dan Kecamatan Batang Asam dengan tingkat kepercayaan mencapai 73 persen. 

            Lalu, titik hotspot terbanyak di Kabupaten Muaro Jambi, yakni  10  titik dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen hingga 100 persen. Ke 10 titik panas tersebut tersebar di  Kecamatan Kumpeh Ulu (isw)

 

 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA