Tak Terbukti Terpapar Radikalisme, Densus Kembalikan HSA ke Keluarga

Senin, 12 Agustus 2019 - 05:47:58 WIB - Dibaca: 2072 kali

(ist/Jambione.com)

MERANGIN - Warga Merangin, Sabtu (10/8) malam dihebohkan oleh penakapan seorang pemuda berinisial HSA (26), asal Desa Pematang Kancil  Kecamatan Pamenang. Yang mengamankan HAS adalah Tim Densus 88 Mabes Polri bersama personil Polres Merangin. Dia diamankan karena diduga terpapar paham radikalisme.

            Informasi yang dihimpun, sebelumnya HSA sudah dipantau oleh Tim Densus 88 Mabes Polri sejak awal Juli 2019 lalu. Selama dalam pemantauan, pemuda yang aktif di acara kepemudaan ini terus mendalami dan mengasah keahliannya. Informasinya dia memiliki keahlian merakit bom.

            Keahlian itu dia peroleh saat mengikuti pelatihan di Suriah ketika masih kuliah di Universitas Brawijaya Malang beberapa waktu lalu. Penangkapan HAS ini cukup mengejutkan warga setempat. Apalagi dia dikenal sebagai pemuda yang baik dan bersosialisasi dengan masyarakat.

            Kepala Desa Pematang Kancil, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Agus ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan ada warganya yang diamankan pihak kepolisian. Menurut dia, HAS diamankan di lapangan bola desa setempat ketika tengah menjalankan tugasnya sebagai panitia turnamen sepak bola memeriahkan HUT RI Ke 74 tahun 2019, Sabtu sore.

            Kemudian, malamnya, sekitar pukul 21.30 Wib, tim Densus 88 Mabes Polri dan anggota Reskrim Polres Merangin melakukan penggeledahan di rumahnya. “Yang ditangkap densus itu warga saya. Saya baru di kasih tau saat ada anggota Polsek datang kerumah, dan menyampaikan penangkapan warga saya. Selama ini saya tidak pernah menyangka jika HSA terpapar radikalisme” kata Agus. 

            Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, kecurigaan terhadap HAS tidak terbukti.

Lebih lanjut Agus mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan beberapa jam, HAS langsung dibebaskan. Dia dikembalikan kepada keluarganya sekitar pukul 11.30 WIb,  Minggu (11/8). "Tadi beliau (HSA) sudah kami jemput di Polsek Pamenang," kata Agus.

            Menurut Agus, penjelasan dari pihak kepolisian, HAS bukanlah orang yang mereka cari. Dia hanya kebetulan mirip dengan rekan tersangka teroris yang diamankan di Mabes Polri.

"Kalau dari keterangan petugas, HSA bukan orang yang dicurigai terpapar radikalisme. Sebab saat dilakukam vidio call dengan salah satu terduga teroris yang tertangkap, ternyata tidak kenal dengan HAS. Dia hanya kebetulan mirip dengan orang yang dicurigai," jelasnya.

            Atas salah tangkapanya warganya, orangtua HSA meminta kepada pihak kepolisian agar jangan ada catatan keburukan dikepolisian. Karena HSA akan berkarir, bisa saja daftar CPNS atau melamar pekerjaan. "Orangtuanya gak apa-apa. Yang penting anaknya tidak diapa-apain dan tidak ada catatan keburukan di kepolisian," pungkasnya. (lil)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA