JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jambi terus meluas. Hingga kini tercatat luas lahan terbakar sudah mencapai 350 hakatr (Ha). Selain milik masyarakat , kebakaran juga sudah merembet ke lahan konsesi milik perusahaan. Wilayah terluas terjadi Karhutla adalah di Kabupaten Muaro Jambi.
Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Kolonel Arh Elphis Rudy mengatakan pihaknya telah memanggil empat perusahaan yang lahan konsesinya mengalami kebakaran. Keempat perusahaan itu yakni, PT Reki, PT MAS, PT WKS dan PT SNP. Lokasinya semua berada di Kabupaten Muarojambi. ‘’ Kita sudah panggil pihak perusahaan,’’ katanya, Selasa (13/8) kemarin.
Selain itu, lanjut Elphis, Tim Satgas juga akan mengajukan surat permohonan ke pemprov Jambi untuk membuat hujan buatan. "Itu perlu, untuk menjaga agar tempat tempat penampungan air kita bisa tetap ada. Sehingga ketika terjadi karhutla air masih ada. Saat ini cadangan air sudah menipis," jelasnya.
Elphis juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau pembakaran lahan dan yang lainnya. "Itu bisa membuat asap juga. Selain itu bisa juga jadi karhutla,"tandasnya.
Terpisah, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan pihaknya tengah menurunkan tim ke beberapa perusahaan untuk melakukan pengecekan dan pengukuran serta penyeledikan karhutla. "Ada PT MAS, PT REKI, dan PT SNP. Tim masih berada di lapangan,"katanya di Mapolda Jambi.
Saat di tanya adakah tersangka Karhutla yang baru, Muchlis menyebutkan sejauh ini masih berjumlah tiga orang. Satu di Sarolangun, dua di Tanjung Jabung Barat. " Jumklah tersangka bisa saja bertambah, karena tim masih di lapangan,"ujarnya.
Terkaiat empat perusahaan yang lahannya terbakar, Muchlis mengatakan pihaknya sudah memeriksa sekitar 40 sebagai saksi. Karena semua yang terbakar adalah lahan kosong.
“Masih dalam penyelidikan. Untuk mengetahui, apakah itu kelalaian atau di sengaja. Tim saat ini akan terus mendalamai kasus tersebut. Jika cukup bukti akan di poses secara hukum yang berlaku,” pungkasnya
Terpisah, Ketua BPBD Kabupaten Muaro Jambi, M Zakir mengatakan luas lahan yang tebakar di Muarojambi sudah mencapai 185 hektar. 70 hektar diantaranya merupakan lahan perusaahan. Yakni PT Mega Anugrah Sawit (MAS). “Api itu melompati kanal pembatas karena tiupan angin. Sehingga api cepat meluas karena lahan kosong yang ditumbuhu alang alang. Tapi itu hanya sebagian kecil saja. Karena menurut data, PT MAS memiliki luas lahan 1.200 hektar,’’ Kata Zakir.
Katim Asistensi dan Supervisi tahap satu Maber Polri Brigjen Pol D.T.M.Silitonga yang saat ini berada di Mapolda Jambi mengingatkan dalam penanganan kasus Karhutla jangan sampai salah langkah. Jika salah langkah maka tidak akan ada tersangka. Kalaupun ada, akan lepas dari jeratan hukuman.
“Tahun 2015 lalu harus dijajadikan pelajaran. Jangan sampai salah lagi. Begitu juga dalam menghadirkan saksi ahli di persidangan. Karena para tersangka tidak tertangkap basah membakar lahan. Kan semua tersangka datang dari haril pengembanagan,” katanya. (isw)