JAMBI-Tim Penugasan Dosen Progam (PDS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi (FKIP Unja) tahap II melakukan monitoring dan evaluasi program PDS yang berlangsung di SD 53 Muaro Jambi, SMP 30 Muaro Jambi dan SMA 11 Muaro Jambi, Selasa (12/8/2019).
Dekan FKIP Unja, Prof Dr rer nat Asrial MSi mengatakan program tersebut nantinya agar para dosen mengetahui apa yang manjadi kebutujan mahasiswa jika nanti para mahasiswa tersebut menjadi guru. Sehingga dosen dapat mengarahkan mahasiswa untuk menjadi guru yang baik dalam mengajar.
"Selama ini dosen hanya tau mengajar mahasiswa tidak tahu bagaimana segala sesuatu yang ada di SD, SMP dan SMA,"katanya.
Dia menyebutkan tim yang turun hari ini untuk melakukan monitoring di sekolah yang dimana program tersebut dilakukan SD 53 Muaro Jambi, SMP 30 Muaro Jambi dan SMA 11 Muaro Jambi.
"Kita akan lakukan evaluasi ini bagaimana dosen yang ada di lapangan dalam mengajar,"tutupnya.
Sedangkan, Wakil Dekan I FKIP Unja, Drs Syahrial MEd PhD menegaskan program tersebut dilakukan agar menjadi motivasi dan perbaikan bagi para dosen di FKIP khususnya. "Kita harapkan dosen tahu bagaimana persoalan di bawah, dan menjadikan pendekatan emosional mendidik lebih dari yang biasa,"singkatnya.
Ketua Pelaksana PDS, Dr Rosmiati SPd MPd, mengatakan program ini sendiri diharapkan mendapat memberikan manfaat untuk kedua belah pihak. Baik sekolah maupun kampus dalam hal ini dosen yang mengajar di FKIP.
"Yang paling diuntungkan adalah para dosen dalam hal ini kalau kita lihat, karena guru akan tahu kebutuhan mahasiswa jika nanti turun jadi guru dan ilmu itu nanti bisa di salurkan dosen ke mahasiswa,"tandasnya.
Sementara itu, Kepala SD 53 Muaro Jambi, Asni Sauma, mengatakan jika dirinya lihat dosen yang melakukan pengajaran tersebut mengalami berbagai kendala yakni kendala komunikasi dengan siswa.
"Biasanya dosen mengajar sudah dewasa ini mengajar anak SD kelas II itu menjadi beban tersendiri bagi para dosen,"katanya.
Dia menegaskan dengan adanya program tersebut pihaknya sangat terbantu dengan saling berbagi wawasan dan pengetahuan. "Tukar pengalaman wawasan menjadi manfaat bagi kita,"tandasnya.(isw)