Titik Api Merembet ke Wilayah Hutan Taman Nasional Berbak, Kualitas Udara Memburuk, Sekolah Dilibu

Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:25:32 WIB - Dibaca: 2006 kali

(eko siswono/Jambione.com)

MUARASABAK – Bencana kabut asap di Tanjab Timur sampai pada kondisi terburuk. Berdasarkan hasil pantauan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim, sejak Rabu (21/8), kualitas udara di daerah itu mengalami perubahan dan dinyatakan tidak sehat. Perubahan kualitas udara ini mulai terjadi sejak pukul 11.00 hingga 21.15. WIB.

Melihat buruknya kualitas udara itu, Dinas Lingkungan Hidup langsung membuat surat edaran dan direspon Dinas Pendidikan dengan meliburkan siswa mulai dari tingkat Paud hingga siswa Kelas 5 SD. “Kualitas udara di Kabupaten Tanjabtim sejak pukul 11.00 WIB kemarin, sudah masuk kategori tidak sehat atau orange,” kata Agus Pranoto, Kabid P3KLH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjabtim.

Menurut Agus, memburuknya kualitas udara di Kabupaten Tanjabtim sebenarnya telah terjadi sejak sepekan lalu. Hanya saja saat itu, kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, hanya terjadi pada jam  tertentu. Yakni dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. “Karena saat itu kualitas udara yang tidak sehat hanya terjadi pada tengah malam hingga pagi hari. maka kami belum mengeluarkan surat edaran,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjabtim, Junaidi Rahmad mengatakan, setelah menerima surat edaran dari Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya langsung membuat surat edaran, untuk meliburkan proses belajar mengajar dari tingkat Paud hingga siswa Kelas 5 SD selama tiga hari (hingga 24 Agustus,red). “Saat ini yang diliburkan hanya Paud hingga kelas 5 SD saja. Ini akan dievaluasi kembali tergantung kondisi kualitas udara,” kata Junaidi.

Sementara itu, proses belajar mengajar dari Kelas 6 SD hingga SMP, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya saja para siswa yang melakukan aktivitas belajar tersebut diberikan masker untuk menghindari udara tidak sehat. “ Soal pemberian masker kepada siswa kami telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Memburuknya kualitas udara di Kabupaten Tanjabtim, diduga terjadi akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Delta Berbak (Sadu dan Berbak) sejak empat hari terakhir. Bahkan saat ini kawasan Hutan TNB telah terpantau ditemukanya beberapa titik api.(zal)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA