280 Ha Lahan di 4 Kecamatan Terbakar, Api Melebar ke Tahura dan Lahan Ko nsesi PT Atga

Senin, 02 September 2019 - 07:31:34 WIB - Dibaca: 2379 kali

Lahan di 4 Kecamatan Terbakar  Api Melebar ke Tahura  dan Lahan Ko nsesi PT Atga
Lahan di 4 Kecamatan Terbakar Api Melebar ke Tahura dan Lahan Ko nsesi PT Atga (Afrizal/Jambione.com)

MUARASABAK-Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Jambi pekan lalu sempat meredam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, cuaca panas sepekan terakhir kembali memunculkan api. Di Tanjab Timur misalnya. Informasinya kebakaran kembali terjadi di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Sadu sebanyak titik api, kemudian Kecamatan Berbak, Dendang, dan Kecamatan Mendahara.

Titik api terbanyak berada di Kecamatan Sadu, yakni di Desa Baku Tuo, Desa Sungai Sayang, dan Desa Air Hitam Laut. Sejak titik api mulai berkobar sekitar tiga hari lalu, tim pemadam gabungan belum berhasil memadamkan api. Selain angin yang cukup kencang, tim pemadam di lapangan juga kesulitan mencari sumber air.

“Tiga titik api di Kecamatan Sadu ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Saat ini luas lahan yang terbakar di tiga titik api tersebut sekitar 100 hektar,” ungkap Indra, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tanjabtim.

Lalu, di Kecamatan Berbak, sekitar 80 hektar lahan yang terbakar. Sebagian merupakan kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) dan lahan milik PT Atga ludes dilalap api. “Untuk Karhutla di Kecamatan Sadu dan Berbak, selain tim pemadam gabungan juga dibantu oleh water bombing,” jelas Indra.

            Selain di Kecamatan Sadu dan Berbak, Karhutla juga terjadi di Kecamatan Dendang dan Mendahara. Di Kecamatan Dendang luas lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 60 hektar, Sedangkan di Kecamatan Mendahara telah mencapai sekitar 40 hektar. “Suluruh karhutla yang terjadi persoalannya sama. Sumber air sulit dan angin di lokasi cukup kencang sehingga api dengan mudahnya menyebar,” terangnya.

            Disinggung hasil pantauan sensor modis yang dikeluarkan BMKG Jambi tertanggal 31 Agustus, yang menyatakan di Kabupaten Tanjabtim terpantau sebanyak 23 titik api, Indra membenarkan hal tersebut. Dimana di tiap lokasi Karhutla, terdapat lebih dari satu titik api. “Dalam satu hamparan Karhutla itu terdapat lebih dari satu titik api, makanya terpantau oleh BMKG terdapat 23 hotspot,” katanya.

            Indra juga tidak menampik jika titik api di Kabupaten Tanjabtim akan bertambah. Pasalnya September merupakan puncak kemarau pada tahun ini. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha untuk memadamkan api. Karena keselamatan para pemadam juga tentu tak kalah penting. Terlebih tim pemadam saat ini sudah tiga hari berada di lokasi, tanpa istirahat berusaha memadamkan api,” pungkasnya.(zal)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA