JAMBI – Kabut asap akibat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai tebal lagi. Bahkan dalam dua hari terakhir, kondisi udara di Kota Jambi sudah tidak nyaman lagi alias memburuk. Terutama pada pagi dan malam hari. Tidak hanya itu, kabut asap juga menyebabkan jarak pandang menurun yang berimbas pada aktifitas penerbangan.
Memburuknya kualitas udara di Kota Jambi dibenarkan oleh Juru bicara Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar. Menurut data dari Sistem Pemantau Kualitas Udara Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, kualitas udara di Kota Jambi masuk kategori tidak sehat. Ini terutama terjadi pada malam hingga dini hari.
"Pemerintah Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Khususnya pada malam hari dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB dini hari. Jika harus melakukan aktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan masker," kata Abu Bakar.
Terpisah, Kasi Data Dan Informasi BMKG Jambi, Kurnia Ningsih mengatakan, pada Jumat (6/9) kemarin, jarak padang di Kota Jambi menurun hingga titik terendah 800 meter pada pukul 07.00 Wib. "Jarak padang 800 meter itu sudah mengangu aktivitas penerbangan,"katanya, Jum'at (6/9).
Menurut Kurnia Ningsih, jarak pandang di Kota Jambi dipengaruhi oleh arah angin yang membawa asap masuk ke Kota Jambi. Berdasarkan pantauan BMKG, angin yang membawa asap tersebut berasal dari arah tenggara Kota Jambi (Kumpeh ulu) dan Selatan (Sumsel, Muba). ‘’ Biasanya, jJarak pandang menurun karena asap cukup pekat pada pagi dan malam hari. Kalau siang hingga sore mulai membaik,’’ katanya.
Kurnia Ningsih juga membeberkan kondisi jarak pandang di Kota Jambi, Jumat kemarin.
Pukul 06.00 Wib jarak pandang 2.500 meter. Pukul 07.00 Wib turun menjadi 800 meter. Lalu, pukul 08.00 Wib naik menjadi 2.100 meter, pukul 09.00 Wib 3.300 meter, Pukul 10.00 Wib 5.000 meter, pukul 12.00 Wib 7.000 meter dan pukul 13.00 Wib 9.000 meter.
Kemudian, pukul 14.00 Wib ke atas arah angin bergeser menuju arah timur, yakni Tanjung Jabung Timur yang merupakan salah satu wilayah karhutla terparah saat ini.
"Pukul 14.00 Wib jarak padang 9000 dengan kondisi cuaca berawan, dan pukul 15.00 wib berawan,"ujarnya.
Sementara itu titik panas yang ada di Tanjung Jabung Timur, khususnya di Dendang mencapai 33 titik panas. "Bisa saja itu karhutla bisa juga tidak, karena dalam satu titik panas bisa menyebar banyak titik panasnya. Selain Tanjabtim, titik panas juga terpantau di Muarojambi dan Tebo,"katanya.
Kurnia Ningsih juga menyebutkan potensi hujan akan terjadi di minggu ketiga September dengan itensitas ringan hingga lebat."Kita prediksi berdasarkan sebaran awamnya kemungkinan minggu ketiga terjadi hujan,"pungkasnya.
Untuk diketehaui, BBPBD Provinsi Jambi merilis luas lahan yang terbakar di Jambi hingga 28 Agustus 2019 mencapai 712 hektare (Ha). Sementara itu BPBD di sejumlah kabupaten juga
merilis luas kebakaran lahan. DI Bungo Tebo mencapai 450 hektar, Batanghari 250 hektar, Tanjung Jabung Timur 280 hektar, dan Sarolangun 230 hektar. Berikutnya, di Muarojambi 228 hektar. Sedangkan di Tanjung Jabung Barat belum diketahui luasan. (isw)