Pemerkosa Anak Kandung Tewas di Dor Polisi

Senin, 09 September 2019 - 08:13:29 WIB - Dibaca: 4935 kali

(yadi/Jambione.com)

MUARA BUNGO- Seorang tersangka pemerkosa anak kandung hingga hamil di Bungo, berinisial S alias P (48) tewas ditembak polisi, Sabtu (7/9). Polisi terpaksa melumpuhkan Warga Kecamatan Pelepat itu dengan timah panas karena berusaha melawan dan menembak petugas dengan senpi rakitan.

S sempat dilarikan ke RSUD Hanafie Bungo untuk mendapat perawatan. Namun nyawanya tidak tertolong. Dia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 13.00 Wib. Sebelum ditembak mati, S sempat buron.

Informasinya, perbuatan bejat S terhadap anaknya yang masih berumur 13 tahun ini sudah berlangsung 6 tahun. Sebenarnya, perbuatan itu sudah lama diketahui istrinya. Namun, sang istri tidak berani melapor kepihak berwajib. Baru 29 Agustuslalu, istrinya dibantu warga mendatangi pihak polsek setempat untuk melaporkan kejadian itu.

Mendapat laporan tersebut, Pihak polisi langsung mencari dan menangkap pelaku. Pada Jumat lalu, anggota menemukan tersangka bersembunyi di kebun. Namun, S melakukan perlawanan mengunakan senjata api rakitan.

Ke esoknya, Sabtu (7/9) angota Polsek Pelepat dibantu tim Jatanras Polres Bungo mencobak melakukan mediasi. Namun, pelaku kembali melakukan perlawanan. DIa berusaha menembak petugas menggunakan senpi rakitan. Tak mau ambil resiko  akhirnya polisi melumpuhkan S dengan timah panas.

Wakapolres Bungo, Kompol Yudha Pranata mengatakan, awalnya anggota yang melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP) menemukan pelaku bersembunyi di kebun. Namun ketika hendak diamankan, pelaku berusaha melawan petugas dengan senpi rakitan laras panjang.

“ Kita tidak mau ambil resiko yang membahayakan anggota. Karena pelaku melakukan perlawanan dengan senpi. Makanya kita melakukan tindakan terukur melumpuhkan pelaku dengan timah panas,’’ kata Yudha, Sabtu (7/9).

Menurut dia, tersangka S sudah lama menggauli anak kandungnya sendiri. Namun baru terungkap 29 Agutus 2019. Selama ini, korban tidak berani member tahu ibunya karena diancam. Akibat perbuatan pelaku, korban kini hamil 4 bulan 15 hari.

Terpisah, Camat Pelepat, Khadir mengatakan awalnya ada keluarga pasien ke Puskesmas, dari unit 15. Pasien berusia 13 tahun itu ternyata dihamili oleh bapaknya sendiri. Baru ketahuan lebih kurang dua pekan lalu karena korban BAB berdarah. Dibawa sama kedua orangtuanya berobat di bungo, di USG ternyata hamil.

‘’Setelah itu korban mengaku ke ibunya kalau yg melakukan bapaknya sendiri. Sudah 6 tahun. Anaknya dipaksa melakukan dengan ancaman jika tidak mau ibunya dibunuh,"jelas Camat

 Tidak sampai disuti pelaku juga sering menelepon dan mengancam akan membunuh ibu dan anaknya. Jadi saat ini kabarnya kondisi anaknya tertekan karena ketakutan.

Ketika itu, Khaidir meminta pengamanan bagi keluarga korban. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,mengingat ketika itu pelaku masih berkeliaran.(yad)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA