JAMBI- Dampak dari pekatnya asap di kota Jambi, mengakibatkan terjadinya peningkatakan warga yang terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penderit ISPA pada Juni sebanyak 7.142 kasus, Juli Sebanyak 9.316 kasus, Agustus hingga 10 September 11.251 kasus.
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliarti, mengatakan pasien yang terserang ISPA ditandai dengan batuk, pilek, serta sesak nafas. Penderitanya juga menyerang anak-anak, hingga usia tua.
“Tapi rata-rata banyak orang tua yang terserang ISPA,” kata Ida, Selasa (10/10).
Ida juga meminta agar warga mengurangi aktifitas di luar rumah. Menurutnya jika memang harus keluar rumah, maka warga diminta menjaga kesehatannya dengan menggunakan masker.
“Banyak makan buah dan sayur, serta minum air putih sehingga tubuh tetap menerima nutrisi,” imbuhnya.
Sementara berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) kualitas udara masih berfluktuasi dari tidak sehat hingga berbahaya.
Data realtime Dinas Lingkungan Hidup kota Jambi menunjukkkan bahwa pada (9/9) malam pukul 20.00 WIB Parameter PM2.5 nilai 746, di atas baku mutu, Kategori Berbahaya. Sementara Selasa pagi (10/10) pukul 10.30 WIB Parameter PM2.5 nilai 202 diatas baku mutu, kategori sangat tidak sehat. (ali)