Terpapar Asap, Warga Sadu Meninggal Saat Mencari Ikan

Minggu, 22 September 2019 - 16:37:20 WIB - Dibaca: 2267 kali

(Afrizal/Jambione.com)

MUARASABAK – Kondisi parit yang mengering akibat kemarau panjang, memang menggiurkan sejumlah masyarakat untuk mencari ikan. Tak terkecuali Ambo Tang (55) warga Desa Sungai Jambat Kecamatan Sadu, yang nekad mencari ikan di kawasan TNBS Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang. Tebalnya kabut asap di lokasi pun tak menjadi halangan, padahal korban sendiri memiliki riwayat penyakit asma.

Bersama anaknya Diana (17), korban pergi mencari ikan di kawasan TNBS dengan menggunakan sepeda motor, Sabtu (21/9). Lokasi ini memang kerap didatangi warga untuk mencari ikan, bahkan pada saat kejadian terdapat sekitar tujuh hingga delapan orang yang juga mencari ikan dengan cara manual yakni dengan menggunakan tangan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya, beberapa motor yang hangus terbakar yang diduga akibat percikan api sisa kebakaran lahan dan hutan beberapa hari yang lalu.

“Dilokasi ditemukan ada motor yang terbakar, namun motor tersebut merupakan motor warga lain yang juga mencari ikan. Sedangkan motor korban hanya terbakar bagian bannya saja,” tutur Kapolsek Nipah Panjang Iptu Viktor Tanba.

“Menurut keterangan keluarga, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian korban diketahui meninggal di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Kuat dugaan korban meninggal akibat terpapar asap, yang memang cukup pekat saat kejadian. Hal ini diperkuat dengan keterangan pihak keluarga, yang mengakui bahwa korban memiliki riwayat penyakit asma. “Kemungkinan karena terlalu banyak menghirup asap, apalagi korban juga ada penyakit asma. Meski baru kemungkinan, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan visum,” terang Kapolsek.

“Namun yang jelas ditubuh korban memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tambahnya.

Kejadian ini merupakan peringatan bagi masyarakat lainnya, khususnya warga yang sensitif terhadap gangguan pernafasan. Guna mengurangi aktifitas di luar rumah untuk sementara waktu. Sebelumnya, seorang bocah yang masih duduk di Kelas 1 SD terpaksa harus menjalani perawatan intensif di RS Siloam Jambi. Pasalnya, kedua mata bocah bernama Al Fikri ini tidak bisa terbuka, bahkan darahpun sempat mengalir dari kedua bola matanya.(zal)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA