JAMBI- Perlombaan seluruh cabang dan golongan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke- 50 Tingkat Kota Jambi berakhir pada Sabtu malam (12/10). Penampilan terakhir kategori Qori/Qori’ah Cabang Tilawah Golongan Dewasa yang diikuti oleh 6 peserta. Lomba yang digelar di Arena Utama, dimulai pukul19.30 – 23.00 WIB.
Ketua Dewan Hakim MTQ Ke- 50 Tingkat Kota Jambi, Ustadz Taufik mengatakan seluruh cabang telah digelar dengan sukses dan sesuai harapan. Dia berharap setiap tahun akan terus digelar karena memberi manfaat besar kepada masyarakat. Selain sebagai media pembelajaran, juga menjadi ajang menjalin silaturrahmi. “Mudah-mudahan setiap tahun rutin dilaksanakan, karena para peserta sangat antusias sekali,” katanya Sabtu, (12/10).
Dia mengatakan seluruh cabang lomba, Sabtu (12/10) kemarin mulai digelar pada pukul 08.00 WIB. Diantaranya, di Masjid Al Ikhlas RT 16 Kelurahan Beliung, dilaksanakan Cabang Tilawah Cacat Netra yang diikuti oleh 22 orang peserta. Masjid Nurul Yaqin RT 04 Kelurahan Mayang Mangurai dilaksanakan lomba Cabang Tilawah Qira’at Mujawaad yang diikuti 22 orang. Masjid Al Ikhlas RT 18 Kelurahan Mayang Mangurai dilaksanakan lomba Cabang Hifzhil Qu’an Golongan 30 Juz diikuti 22 peserta.
Kemudian, di Masjid Salamah Kelurahan Beliung dilaksanakan Cabang Tafsir Golongan Bahasa Indonesia diikuti 22 peserta. SD Excelen Mandiri School dilaksanakan lomba Cabang MMQ Persentasi diikuti 6 orang peserta. ‘’Kategori terakhir dimulai pada Sabtu malam pukul 19.30 – 23.00 WIB, di Arena Utama untuk Cabang Tilawah Golongan Dewasa. Pesertanya 6 orang. Besok kami akan rapat para dewan hakim untuk menetapkan yang terbaik,” katanya.
Kecamatan Pasar Targetkan Juara Umum
Camat Pasar, Mursida memasang target meraih gelar juara Umum MTQ Ke- 50 Tingkat Kota Jambi tahun 2019 ini. Alasannya, pihaknya telah mengirimkan seluruh peserta dari seluruh cabang perlombaan. “Semua adik-adik telah tampil dan tidak ada yang tidak diikuti. Kami tetap berserah diri, tapi kami jelas punya target juara umum,” katanya kepada Jambione, Sabtu (12/10).
Menurut Mursida, pihaknya juga sempat memantau langsung beberapa cabang perlombaan yang diikuti oleh perwakilan dari Kecamatan Pasar. Terlihat, para peserta tampak antusias dan serius dalam mengikuti kegiatan itu. “Tapi semua kembali kepada nasib, kami serahkan semua kepada Allah SWT,” ujarnya.
Sementara Camat Alam Barajo, Mustari menargetkan kontingennya masuk 3 besar dalam perhelatan MTQ ke 50 Tingkat Kota Jambi tersebut. “Kami mentargetkan bisa meraih 3 besar. Baik pawai pembangunan, maupun stand bazaar dan juga perlombaan yang ada,” katanya.
Menurut Mustari, seluruh Cabang lomba telah dilaksanakan tanpa ada hambatan. “Tinggal besok (hari ini, Minggu) akan digelar rapat dewan hakim. Dan malamnya langsung penutupan sekaligus pengumuman juara,” jelasnya.
Mustari mengatakan seluruh persiapan penutupan MTQ ke 50 Tingkat Kota Jambi sudah dilaksanakan secara matang. “Kami berharap masyarakat banyak yang datang. Sama seperti pada saat pembukaan,” ujarnya.
Dia berharap dapat menjadi tuan rumah yang baik kepada para khafilah yang mengikuti seluruh cabang lomba. “Kami berharap juga cuaca cerah pada saat penutupan nanti, sehingga upacara penutupan dapat berlangsung khidmat,” katanya.
Keripik Ubi Pedas Diserbu Pengunjung
Jika kamu berkunjung ke Stand Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi pada MTQ ke 50 Tingkat Kota Jambi tahun 2019, anda akan menemukan satu makanan yang banyak dikunjungi oleh pengunjung di event tersebut. Makanan itu adalah Kripik Ubi Pedas. Ternyata, makanan tersebut laris manis diserbu pengunjung. Demikian yang disampaikan oleh, Ibu Sari selaku Sekcam Alam Barajo. "Dari hari pertama sampai sekarang banyak pengunjung yang datang ingin membeli kripik ubu pedas ini," ujarnya, Sabtu (12/10).
Menurut Ibu Sari, kripik ubi menawarkan rasa yang renyah dan harga yang murah sehinggah cemilan ini dijadikan sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai.
Keripik Ubi Pedas dapat juga dinikmati bersama makanan lainnya . Seperti soto, lontong, bakso, sate bahkan nasi sekalipun akan terasa lebih nikmat.
Salah seorang pembeli, Muniarti, menyebutkan keripik Ubi Pedas ini sudah lama ingin dia beli karena rasa nya yang enak dan murah. "Rasanya enak dan harganya murah," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Yati salah seorang pengunjung yang berasal dari Bagan Pete. Ia mengatakan dia diajak teman nya untuk membeli dan merasakan enak keripik Ubi Pedas.
"Diajak teman beli keripik ubi, setelah dimakan rasanya enak, " ungkapnya.
Stand Alam Barajo memberikan harga khusus bagi pengunjung, keripik cabe yang harganya Rp5.000 ribuan.
Tanaman Hidroponik Juga Digemari Warga
Linda, penjaga Stand Alam Barajo mengatakan, selain keripik Ubi Pedas, salah satu yang dicari warga adalah tanaman sawi hasil pengembangan tanaman hidroponik di kawasan tersebut. “Kami kerjasama dengan kader PKK. Alhamduillah selalu habis, beberapa kali harus diisi lagi,” katanya.
Tanaman hidroponik merupakan tanaman yang tidak menggunakan pupuk kimia. Sehingga sangat sehat untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, tak heran jika banyak digemari warga.
“Hingga saat ini kami sudah mendapatkan omset jutaan dari hasil stand ini. Mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi,” ujarnya. (ali)