Luas Karhutla di Batanghari Capai 776 Hektar

Rabu, 23 Oktober 2019 - 05:08:39 WIB - Dibaca: 1738 kali

()

MUARA BULIAN - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Batanghari, belum berakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) daerah ini menemukan tiga titik kebakaran di Kecamatan Mersam. Luas lahan yang terbakar mencapai

776 hektar. Sebagian besar dalam kawasan hutan rawa gambut.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Batanghari, Yahya Mulia mengatakan,

kobaran api membakar tiga lokasi berbeda. Seluas 36 hektar berada di Desa Sengkati Mudo, 700 hektar di Dusun Pucat Kaki, Desa Benteng Rendah, dan sekira 40 hektar terjadi dalam areal Trans Swakarya Mandiri (TSM), Desa Pematang Gadung. "Dari tiga titik lokasi kebakaran ini, mayoritas lahan berada di hamparan hutan semak belukar disertai rawa gambut. Tepatnya di Dusun Pucat Kaki," katanya kepada wartawan, Selasa (22/10).

            BPBD Kabupaten Batanghari menduga, bencana kebakaran di lokasi ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Sementara dua titik lokasi lainnya merupakan hamparan lahan perkebunan masyarakat yang telah di tanami kelapa sawit.

            "Proses pemadaman di tiga titik lokasi ini berlangsung sejak 17 Oktober 2019. Api baru berhasil dikendalikan pada Senin sore, 21 Oktober. Kita belum tahu penyebab pasti kebakaran di sana," jelasnya.

            Yahya mengungkapkan,  pihaknya mengalami kesulitan melakukan pemadam melalui jalur darat. Makanya, petugas juga berupaya melakukan pemadaman menggunakan jalur udara. Eksekusi pemadaman jalur udara dilakukan Tim BPBD Provinsi Jambi menggunakan dua unit helikopter water bombing. "Kita minta bantuan dua helikopter water bombing melakukan pemadaman api dalam kawasan Desa Sengkati Mudo," katanya.

Menurut Yahya, sulitnya sumber air di lokasi kebakaran menjadi salah satu kendala di lapangan.  Sehingga petugas kewalahan memadamkan api di hamparan lahan kelapa sawit masyarakat. "Kobaran api baru berhasil padam setelah dua unit heli water bombing dengan kapasitas air 3.500 liter dan 5000 ribu liter," katanya.

            Penyiraman lokasi kebakaran berlangsung sebanyak 30 kali dengan perkiraan menghabiskan sekira 110 ribu liter air. Sementara untuk proses pemadaman dua lokasi lainnya bisa dilakukan hanya melalui jalur darat. "Sebab lokasi kebakaran tidak memungkinkan dilakukan pemadaman melalui jalur udara karena titik api berada di hamparan lahan rawa gambut yang di tutupi pohon-pohon tumbang," pungkasnya. (fai)





BERITA BERIKUTNYA