JAMBIONE.COM, JAMBI-Universitas Jambi (Unja) melakukan gebrakan. Petinggi Unja melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, di Ruang Senat Lantai III Rektorat Unja, Kamis, (14/11).
Penandatangan tersebut dilakukan oleh Riaz Saehu, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN dengan Rektor Unja yang diwakili Dekan Fakultas Hukum, Helmi, didampingi oleh Dekan Fakultas Kehutanan Unja.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga sekaligus meresmikan pusat studi ASEAN ke-58, di Fakultas Hukum Unja.
Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN, Riaz Saehu berharap, dengan adanya penandatanganan dan peresmian ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penting Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN.
"Kita kan sebagai mitra. Jadi harapannya bisa melakukan kerja sama, khususnya Kota Jambi dan mahasiswa," katanya.
Lebih jauh dia menambahkan, adanya Pusat Studi ASEAN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai kajian isu yang dianggap urgen di wilayah Jambi. Sehingga bisa memberikan rekomendasi solusi bagi pemerintah.
"Permasalahan isu di ASEAN itu banyak, ada isu pilar politik keamanan, pilar ekonomi ASEAN, sosial budaya. Melalui pusat studi AUASEA Unja ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi ke pemerintah bagaimana menghadapi komunitas ASEAN terhadap isu tertentu yang dirasakan Pusat Studi ASEAN Unja, sebagai perhatian utama," bebernya.
Penanganan isu urgen di tiap wilayah adalah hal yang penting, mengingat tidak semua isu dapat diselesaikan oleh Pusat Studi ASEAN yang ada. Sehingga, masing-masing pusat studi dapat memiliki titik fokus pembahasan sesuai dengan isu yang terjadi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Helmi, Dekan Fakultas Hukum berharap, kegiatan ini bisa berperan lebih aktif dalam memberikan kontribusi terkait dengan aktivitas ASEAN.
"Sehingga bisa menjadi fasilitator untuk menyelesaikan persoalan lingkungan yang ada di Jambi,"tambahnya.
Letak geografis universitas Jambi yang berada di posisi strategis, yaitu berdekatan dengan negara negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, juga menjadi point penting dalam hal pendirian Pusat Studi ASEAN ini. Sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih konkret untuk keberlangsungan komunitas ASEAN ke depan.(cr2)