Oleh : Dona Yulia Sari,S.Pd.,M.Si
MENJADI pendidik sekarang tidak lagi sama. Seiring dengan bergantinya generasi, di mana siswa siswa sekarang adalah generasi Z, maka pendidik harus berupaya untuk mengiringi dan juga mendampingi.
Menurut Hari Wibawanto, dalam jurnal https://event.elearning.itb.ac.id/ yang berjudul Generasi Z dan pembelajaran di tingkat tinggi, karakteritik generasi Z adalah : fasih dengan teknologi, sangat intens berinteraksi melalui media sosial, ekspresif dan peduli lingkungan juga cepat berpindah dari satu pemikiran ke pemikiran lain.
Teknologi dalam pendidikan sudah menjadi makanan sehari hari, dan sebagai pendidik ada tiga hal yang bisa kita pilih. Pertama adalah menjadi pendidik yang cukup diam saja, tidak perduli dengan perkembangan yang terjadi dan perlahan lahan akan terlindas.
Kedua , menjadi pendidik yang menentang keras perubahan seiring dengan teknologi karena merasa pendidikan zaman colonial lebih menjanjikan keberhasilan. Terakhir adalah sebagai pendidik yang mau menerima dengan bahagia perubahan dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan serta ikut berpartisipasi di dalamnya.
Terkait teknologi pendidikan, beragam platform sudah menjamur yang kesemuanya tentu memiliki tujuan sama untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Satu platform yang asli milik pemerintah dikeluarkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ( Pustekkom Kemdikbud RI ) adalah portal Rumah Belajar. Berlaman di https://belajar.kemdikbud.go.id , Rumah Belajar menjadi platform pendidikan yang memiliki fitur cukup menjanjikan untuk bersaing dengan berbagai platform lain yang beredar di dunia maya.
Sebut saja ada fitur Sumber Belajar, dimana berbagai macam video pembelajaran bisa diakses untuk mendampingi siswa kita untuk belajar. Tidak kalah keren ada juga fitur Kelas Digital yang bisa dimanfaatkan para pendidik. Kemudian ada fitur Laboratorium Maya, Bank Soal, Buku Sekolah Eektronik, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Kesemuanya bisa kita sebagai pendidik juga para siswa kita gunakan tanpa bayar, alias gratis.
Begitu luar biasanya pemerintah kita mendukung industry pendidikan digital ini.
Tidak cuma dilengkapi fitur fitur menarik yang disebut di atas, Rumah Belajar memiliki rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Rumah Belajar setiap tahunnya. Untuk Jambi sendiri, dimulai dari tahun 2017 adalah Suherman, dari SMAN 5 Sarolangun, kemudian di tahun 2018 adalah Leonnardo Sijabat dari SMKN 4 Sarolangun, dan tahun ini adalah Dona Yulia Sari dari SMAN 3 Tanjung Jabung Timur.
Tugas para duta adalah menjadi perpanjangan tangan Pustekkom untuk menyuarakan betapa pentingnya para pendidik menjadi pendidik yang tidak tertinggal pada era digital.
Mau jadi Duta selanjutnya? Jangan lupa instal dan akses portal Rumah Belajar.
Terakhir, apapun yang kita pilih, akan menjadi pendidik sebagai apa kita, maka aka nada akibat yang menyertai. Silakan pilih dan terima, jangan merasa salah pilih, karena itu adalah pilihan jiwa.
Selamat berselancar di pendidikan Era Digital.