Para Panambang Tinggalkan Lokasi Sumur Ilegal, Kapolda Optimis Berantas Illegal Drilling dari Hulu

Jumat, 29 November 2019 - 09:47:18 WIB - Dibaca: 1790 kali

()

JAMBI – Tim gabungan pemberantasan pengeboran sumur minyak illegal (illegal drilling) terus gencar melakukan sosialisasi di lapangan.  Setelah lima hari memberi peringatan baru tim akan melakukan penindakan. Hasilnya cukup meyakinkan. Aktivitas illegal drilling langsung berkurang.

            Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, sejak tim gabungan turun ke lapangan 26 November lalu, saat sudah ada banyak masyarakat yang menyerahkan peralatan tambang ilegal kepada tim di lapangan. ‘’Laporan sementara begitu. Sudah banyak yang menyerahkan peralatan nya ke kita (tim gabungan),"katanya, Kamis (28/11).

            Menurut Muchlis, di hari ke ketiga ini (kemarin), y masih dalam proses sosialisasi untuk menyerahkan peralatan dan meninggalkan lokasi tambang ilegal tersebut sudah bisa dikatakan berhasil. Sampai hari ini, kata dia, sudah banyak pelaku keluar dari kawasan illegal drilling. Mereka juga mendeklarasikan berhenti menambang.

            Lebih lanjut Muchlis mengatakan, sosialisasi akan dilakukan selama lima hari, terhitung sejak 25 November 2019. Baru langkah selanjutnya penegakan hukum. "Kita berharap tidak ada penegakan hukum. Cukup dengan masyarakat menyerahkan sendiri peralatan dan keluar dari areal tambang illegal,"tandasnya.

            Sebelum nya, pada 26 November 2019 lalu, Muchlis optimis mampu memberantas aktivitas illegal drilling. Menurut catatan polisi, tercatat lebih kurang 2.300 sumur minyak illegal dari hulu hingga hilir. Operasi gabungan ini akan berlangsung 26 November hingga 15 Desember 2019. "Kita yakin dan optimis bisa memberantas dari hulu hingga hilirnya,"katanya.

            Tim gabungan sebanyak 120 orang tersebut disebar ke dua kabupaten, yakni Sarolangun dan Batanghari. "Tim akan kita pecah kedua kabupaten ini,"ungkapnya.

            Saat ditanya soal tidak takut adanya tekanan, Muchlis menyebutkan pihaknya tidak akan takut dan berbatas semuanya. "Siapa yang akan menekan, tidak ada yang menekann,"sebutnya.

            Menurut dia, pemberantasan illegal drilling merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan kedepannya. "Kita juga harus ingat kedepannya masa depan anak sungai yang tercemari,"tandasnya (isw)

 





BERITA BERIKUTNYA