TEBO- Jika HBA menyatakan tidak maju di Pilgub Jambi tahun 2020 mendatang, elektabilitas Bupati Tebo Sukandar berada di urutan ketiga setelah Walikota Jambi Syarif Fasha dan Gubernur Jambi Fachrori Umar sebagaimana hasil survey lembaga riset Idea Institute Indonesia Dan Lembaga Kajian Politik Regional (LKPR) beberapa waktu lalu.
" Tanpa HBA, berdasarkan hasil survey dari Idea Institute dan LKPR yang saya baca dari sejumlah media, elektabilitas Bupati Sukandar berada di urutan ketiga," ujar Andri, salah seorang warga Kota Baru, Jambi kepada Jambione.com, sabtu (01/12).
Terkait hal ini, H. Sukandar, Bupati Tebo saat dikonfirmasi Jambione.com mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Jambi.
" Saya serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Jambi, apabila saya diberi amanah untuk memimpin Jambi, saya akan berikan yang terbaik untuk Jambi," ujarnya.
Dilansir dari Jamberita.com berdasarkan survey Lembaga Riset Idea Institute (Persentase dari total responden), tingkat elektabilitas HBA bertengger di posisi teratas mencapai angka 30,8 %. Sy Fasha, Walikota Jambi berada diposisi kedua dengan tingkat elektabilitas mencapai 14,7 %. Urutan ketiga Gubernur Jambi Fachrori Umar dengan elektabilitas 5,3 %. Bupati Tebo Sukandar menempati posisi keempat dengan tingkat elektabilitas mencapai 4,5 %. Sementara elektabilitas tokoh lainnya seperti Bupati Sarolangun Cek Endra, Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri, Bupati Tanjabbar Syafrial dan Kapolda Jambi Muchlis masih di bawah angka 3 %. Sedangkan jumlah warga yang belum menyatakan pilihan sebanyak 35,2 %. Tertinggi berada di Kabupaten Muara Bungo (59,5 %) dan Tanjab Timur (52,4 %). (lga)