JAMBI- Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Jambi beberapa pekan terakhir terus merangkak naik. Kenaikan ini salah satunya merupakan dampak dari program B30 yang dicanangkan pemerintah. Pemerintahan Indonesia mulai mengimplementasikan program B30 pada awal tahun 2020. Melalui program ini, pemerintah yakin dapat mendongkrak harga kelapa sawit.
Hal ini disampaikan kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, saat ditemui Senin (2/12). Menurut dia, melalui program B30 tersebut serapan CPO untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri akan meningkat. "Ada pengaruh dari rencana pemerintah tentang B30. Jadi nanti CPO kita akan diserap untuk kebutuhan dalam negeri sehingga pasar dunia mulai goyah," paparnya.
Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan harga sawit. Di antaranya memberikan sertifikasi ISPO kepada para petani sawit yang dinilai mengelola kebun dengan baik. Sertifikasi ini, sangat penting untuk dapat menembus pasar Eropa dan Amerika.
"Untuk Eropa, Amerika dan Jepang, rata-rata membeli sawit yang sudah tersertifikasi. Karena ini menunjukkan adanya pengelolaan yang baik. Sertifikasi ini juga mempengaruhi harga. Kalau yang punya sertifikasi harganya premium, lebih tinggi," tambahnya.
Saat ini pemerintah juga tengah melakukan replanting, sehingga ada penurunan jumlah produksi. Kendati demikian, besarnya kecenderungan permintaan dari India, turut andil dalam meningkatkan harga sawit.
"Saat ini India lagi ada ketegangan politik dengan Malaysia, ini mempengaruhi juga. Karena Malaysia juga penghasil CPO, tapi mereka lebih cenderung ke Indonesia. Jadi permintaan meningkat, namun stoknya terbatas," jelasnya.
Untuk diketahui, tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Jambi, periode 29 November s/d 05 Desember 2019, menetapkan harga sawit umur 10-20 tahun naik Rp 38,85/Kg menjadi Rp 1.720,30/Kg.
Berikut rincian harga sawit periode 29 November-5 Desember 2019. Sawit umur 3 tahun Rp 1.356,23/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.435,27/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 1.502,31/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 1.565,84/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 1.605,50/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 1.638,50/Kg. Sawit umur 9 tahun Rp 1.671,49/Kg.
Lalu, sawit umur 10 - 20 tahun Rp 1.720,30/Kg, sawit umur 21-24 tahun Rp 1.666,61/Kg, sawit umur 25 tahun 1.586,60/Kg. Sementara harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 8.044,31/Kg dan harga Kernel Rp 4.034,40/Kg dengan indeks K 87,24%. (cr2)