JAMBI- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Sultan Thaha Jambi merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Jambi dan sekitarnya. Wilayah Jambi masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat pada 12-14 Januari.
Kepala BMKG kelas 1 Sultan Thaha Jambi Adi Setiadi mengatakan bahwa terdapat massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia kecuali di Aceh. Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat terdapat di wilayah Bengkulu, Sulawesi Barat, Maluku dan Papua.
Ia menambahkan terdapat Siklon Tropis "Claudia" di perairan utara Darwin dan pusat tekanan rendah (LOW) di Samudra Pasifik Timur Philipina Sirkulasi Siklonik Terpantau di Kalimantan Utara (925/700mb) dan di Samudra Hindia Selatan Banten (925mb).
Konvergensi memanjang dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Laut Jawa hingga Sulawesi Selatan. Belokan angin terdapat di Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Karimata, dan Kalimantan Utara.
"Kondisi tersebut dapat mempengaruhi potensi curah hujan di Provinsi Jambi," kata Adi Setiadi, Senin (13/1).
Ia menambahkan kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada siang/sore hari dan malam hari di Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Tabung Timur, Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo, Sarolangun, Merangin, Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
"Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan banjir di wilayah – wilayah tersebut," katanya.
Suhu terendah rata-rata berkisar di angka 23 derajat Celcius, sementara untuk suhu rata-rata tertinggi yaitu 32 derajat Celcius. Dengan kelembaban udara 60-95 persen dan kecepatan angin 10 Km/Jam Barat Laut. (Ali)