Nama Kaharuddin kini menggema di tingkat nasional. Putra asli Nipah Panjang, Tanjab Timur, Alumni UIN STS Jambi ini akan bertarung merebut posisi Ketua Umum Pengurus Besar (PB PMII) tahun 2020. Dia berharap dukungan seluruh masyarakat dan pemerintah Provinsi Jambi.
Andri Bastari – Jambi
Kaharuddin, lahir di Jambi 18 April 1992 dan sebelumnya berdomisili di Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kaharddin, salah satu putra daerah Jambi, yang kini berkiprah di nasional dan memiliki posisi penting di sejumlah organisasi di Jakarta. Diantaranya Sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional Indonesia ( KAPTEN INDONESIA) 2019-2024.
Selain itu dia juga menjabat sebagai Sekertaris Jendral Dewan Pengurus Pusat KITA INDONESIA 2018-2023, dan Wakil Sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Indonesia (DPP HMPI) 2019-2021.
Lima tahun berada di Jakarta, dia pun berhasil merintis usaha di bidang Jual Beli Online bernama Ettaku Store, serta membuka Konveksi dan Percetakan. Sebagai pimpinan atau CEO Ettaku Store, dia juga berhasil membangun dan memimpin sejumlah perusahaan. Diantaranya Presiden Direktur CV EGI, dan Komisaris PT Penjuru Mata Angin.
Kaharudin berhasil menyandang gelar sarjananya di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi tahun 2015. Dengan modal sarjana tersebut dia merantau ke Ibu Kota Jakarta dengan mimpi serta harapan besar akan meraih kesuksesan. Saat ini Kaharudin melanjutkan studi S2 nya di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GANESA Jakarta.
Sebelum hijrah ke Jakarta, nama Kaharuddin cukup fenomenal di kalangan mahasiswa Jambi. Ia dikenal sebagai orator ulung di jalanan. Di kampus ia juga dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dan menduduki jabatan penting di Badan Eksekutif Mahasiswa. Diantaranya, Sekertaris Jendral Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (BEM FITK) UIN STS Jambi, 2012-2014.
Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul 'Ulama Jambi (PW IPNU ) 2012-2015. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Se-Indonesia (IMFITAKSI), 2013-2016, dan Ketua Umum Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan Cabang Jambi (IKAMI SS) 2014-2015.
Setelah masa jabatannya di IKAMI Sulses Cabang Jambi berakhir. Kaharuddin kembali mencatatkan namanya sebagai Ketua Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan ( PB IKAMI Sulsel) 2016-2019.
Menurut Kaharuddin, apa yang didapatkan saat ini merupakan hasil dari keseriusanya dalam beroragnisasi saat masih duduk di bangku perkuliahan. Kaharuddin dikenal sebagai salah satu kader terbaik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi.
Selama berproses di PMII Jambi, Kaharuddin diketahui selalu mendapatkan posisi strategis dalam mengembangkan organisasi. Diantaranya, Ketua Advokasi PMII RAYON Tadris UIN STS Jambi 2010, Ketua III PMII KOMISARIAT UIN STS Jambi 2013, Lembaga Forum Diskusi Kader Pergerakan (FORDIKAP) PC PMII Kota Jambi 2014, Wakil Ketua PKC PMII Prov Jambi 2014-2015, dan terakhir Ketua Lembaga Ekonomi PB PMII dari 2017 hingga sekarang.
Berbekal dari pengelamannya itu, ia pun mencoba untuk bertarung merebutkan posisi Ketua Umum Pengurus Besar (PB PMII) di Nasional tahun 2020. Untuk mewujudkan mimpinya itu, Kaharuddin membawa visi “PMII Kembali Ke-Khittah-1960 dan PMII back to NU” dengan misi Menggerakkan Nalar Berfikir untuk Kolaborasi Pemikiran yang Beragam, Membina Pemuda Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Kader dan Mengkonsolidasikan Potensi Kader Guna Mewujudkan Indonesia Maju.
Kaharudin menjelaskan, PMII Back To NU itu maksudnya semangat Kader PMII harus kembali kepada tujuan awal pembentukan organisasi. Yaitu PMII harus membentuk pribadi muslim Indonesia yang taat dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta memiliki komitmen dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Pembentukan ini diprakarsai 13 tokoh mahasiswa NU. Yakni A. Khalid Mawardi (Jakarta), M. Said Budairy (Jakarta), M. Sobich Ubaid (Jakarta), Makmun Syukri (Bandung), Hilman (Bandung), Ismail Makki (Yogyakarta), Munsif Nakhrowi (Yogyakarta), Nuril Huda Suaidi (Surakarta), Laily Mansyur (Surakarta), Abd. Wahhab Jaelani (Semarang), Hizbulloh Huda (Surabaya), M. Kholid Narbuko (Malang), Ahmad Hussein (Makassar).
“Proses pengembangan organisasi dan dalam menjalankan kaderisasi, PMII harus kembali kepada tujuan awal kenapa organisasi ini didirikan. Sehingga misi saya untuk menggerakkan nalar berfikir yang beragam, serta melakukan pembinaan kader dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya dapat dilakukan sesuai dengan keinginan para pendiri organisasi ini,” jelasnya.
Mengutip Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) yang juga mantan Ketua Umum PB PMII, Ali Masykur Musa bahwa tantangan Nu kedepan sangat berat, menurut Kaharuddin harus ada formula agar keberadaan Nahdlatul Ulama tetap terjaga. Untuk menjawab tantangan itu, dia dengan tegas mengatakan Visi PMII Back to NU adalah jawaban yang tepat untuk dilakukan PMII.
Selain itu, Kaharuddin juga menyampaikan, pertarungan ini bukanlah pekerjaan mudah. Sebagai putra Jambi, ia mengharapkan dukungan dan suport dari seluruh masyarakat serta pemerintah Provinsi Jambi, sehingga apa yang menjadi keinginannya sebagai Ketua Umum PB PMII dapat terwujud. (rey)