JAMBI- Komisi IV DPRD Kota Jambi menggelar rapat dengar pendapat bersama dengan Bandan Penyelenggara Jaminana Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Jambi, Rabu (22/1). Dalam rapat itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Jasrul mempertanyakan jumlah rumah sakit yang saat ini bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
"Kami juga tanyakan progres 3 rumah sakit yang dulu pernah bekerjasama tapi diputus, sekarang apa kendalanya kok belum juga. Padahal maayarakat disini sudah banyak yang memiliki dan menjadi anggota BPJS Kesehatan," katanya.
Sementara itu, Kepala BJPS Kesehatan Cabang Jambi, Rizki Lestari mengatakan bahwa untuk cabang Jambi, yang meliputi 5 daerah yaitu Kota Jambi, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, total ada 17 rumah sakit yang bekerjasama. Dari total tersebut, 10 diantaranya berada di Kota Jambi, yaitu RSUD Raden Mattaher, Bratanata, Bhayangkara, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi, Siloam, RSI Arafah, RS Annisa, Baiturrahim Theresia, dan RSUD Abdul Manap Kota Jambi.
Sementara untuk rumah sakit lain saat ini belum bisa melakukan kerjasama karena beberapa hal. Diantaranya adalah standar pelayanan minimal atau perbandingan jumlah rasio kamar pasien dengan jumlah penduduk Kota Jambi saat ini sudah terpenuhi. “Menurut WHO itu standar atau rasio perbandingan jumlah penduduk dan jumlah kamar itu 1 berbanding 1.000, Sedangkan di Kota Jambi itu 1:400. Jadi kami juga menganalisa itu,” katanya.
Meskipun begitu, terkait pengajuan RSUD Abdurrahman Sayuti atau rumah sakit Sebrang, pihaknya akan mengutamakan hal tersebut. Hal ini karena status rumah sakit tersebut merupakan milik pemerintah. “Amanatnya kita harus mengutamakan yang milik pemerintah terlebih dahulu,” kata Rizki.
Rizki menambahkan, bukan hanya persoalan perbandingan rasio saja, masalah lain adalah berkaitan dengan akreditasi rumah sakit dan juga kemampuan membayar BPJS Kesehatan terhadap rumah sakit. “Masalah ini juga sudah kami sampaikan ke pusat, dan sejauh ini memang masih 10 rumah sakit yang bisa kerjasama, belum ada penambahan,” ujarnya. (ali)