Diduga Beredar di Nipah Panjang, Satgas Pangan Sidak ke sejumlah Kecamatan

Isu Beras Plastik Mencuat Lagi

Rabu, 29 Januari 2020 - 08:09:44 WIB - Dibaca: 2328 kali

(AFRIZAL/JAMBIONE)

Jambione.com, MUARASABAK- Isu beredarnya beras plastik kembali mencuat. Dalam tiga hari terakhir, masyarakat Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjabtim dihebohkan adanya dugaan beras kemasan yang terindikasi merupakan beras plastik. Sejak isu beras plastik tersebut mencuat, pihak Satgas Pangan Kabupaten Tanjabtim rutin melakukan sidak ke sejumlah kecamatan lain.

Sekcam Nipah Panjang Faisal mengatakan mencuatnya isu beras plastik tersebut berawal dari seorang warga yang membeli beras kemasan di salah satu toko di Nipah Panjang pada 24 Januari lalu. Setelah dimasak, ternyata rasa dan bentuknya berbeda dari nasi kebanyakan.

Akhirnya pada keesokan harinya (25/1), warga tersebut langsung menukar beras yang dia beli kepada pemilik toko. “Begitu juga dengan pemilik toko, langsung mengembalikan beras tersebut kepada agen yang menyuplai,” terang Faisal.

Sayangnya, lanjut dia, ketika isu keberadaan beras plastik ini terendus pihak Satgas Pangan Tanjabtim, Toko yang menjual beras tersebut selalu tutup, karena pemilik toko masih merayakan Hari Raya Imlek.

 “Jadi kita belum mengetahui pasti kebenarannya, karena hingga saat ini toko tersebut masih tutup. Sementara toko lain di Kecamatan Nipah Panjang, setelah dilakukan penyisiran tidak ditemukan beras kemasan yang terindikasi mengandung plastik,” ungkap Faisal.

Hal senada dikatakan Awaludin, salah seorang anggota Satgas Pangan Kabupaten Tanjabtim. Hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran isu beras plastik di Kecamatan Nipah Panjang. “Hari ini (kemarin,red) tim sudah ke Nipah Panjang untuk melakukan pengecekan. Jadi kita tunggu saja hasil dari tim Satgas Pangan yang turun ke lapangan,” katanya.

Lebih lanjut Awaludin mengatakan, untuk memastikan beras yang dimaksud mengandung bahan plastik, pihaknya akan mengirim sample untuk dilakukan uji di laboratorium di Kota Jambi. “Jadi sembari menunggu hasilnya, kami meminta masyarakat tidak anarkis. Jika ada temuan serupa silakan laporkan,” imbuhnya.

Menurut dia, Satgas Pangan sudah menyiapkan beberapa langkah dan tindakan, jika beras tersebut terbukti mengandung bahan plastik. Satgas Pangan akan menarik seluruh beras tersebut di pasaran, dan membuat semacam surat edaran atau larangan untuk tidak menjual beras yang dimaksud. “Itu kalau terbukti mengandung plastik dan melanggar UU perlindungan konsumen. Soal tindakan hukum lainnya tentu ini kewenangan pihak kepolisian,” katanya.

Apakah ada kemungkinan beras tersebut juga beredar di kecamatan lain? Awaludin mengaku belum mendapat laporan. “Tim kami bersama Disperindag telah melakukan pengecekan di sejumlah kecamatan. Tapi hingga hari ini (kemarin) belum ada beras serupa yang ditemukan,” pungkasnya.

Sebelumnya isu beradarnya beras plastik ini juga terjadi di kabupaten Bungo. Bahkan sempat viral di media sosial. Namun, setelah Pemkab Bungo melakukan pengecekan tidak ditemukan beras plastik. ‘’ Itu hanya kabar bohong. Setelah kita lakukan pemeriksaan sampel, Alhamdulillah tidak ada beras sintesis atau beras plastic ti Bungo,’’ kata Wakil Bupati Bungo Syafruddin Dwi Apriyanto.

Awal Januari lalu, tim Satgas Pangan Provinsi Jambi juga sudah memastikan tidak ada beras plastik yang beredar di Provinsi Jambi. Penegasan ini disampaikan terkait maraknya isu beras plastik beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ketika itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi mengatakan pihaknya telah melakukan uji laboratorium tentang kualitas mutu beras pada akhir Desember 2019. ‘’Kita ambil 18 sampel beras yang terdapat di seluruh Kabupaten Kota Provinsi Jambi," ujarnya di Gedung Direktorat Reskrimsus Polda Jambi, Senin, 13 Januari 2020 lalu.

Amir Hasbi menjelaskan, dalam melakukan uji laboratorium terhadap sampel yang telah diambil, pihaknya juga mengecek indikator derajat sosoh dan kadar air untuk mengetahui keaslian beras.  "Derajat sosoh untuk mengetahui keaslian beras dan jika beras itu tidak mengandung kadar air sesuai Permentan nomor 31 tahun 2017 berarti bukan beras asli," jelasnya. 

Dalam uji laboratorium tersebut, juga mencermati dari beras kepala dan beras batangnya untuk melihat keaslian beras secara fisik. Setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya seluruh sampel tersebut merupakan beras asli tidak ada yang mengandung beras plastik. 

"Kita tidak temukan beras plastik di Provinsi Jambi, semua sampel yang telah diuji laboratorium beras asli. Artinya tidak ada beras plastik yang beredar di masyarakat," tegasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bulog Divre Jambi Bakhtiar menyampaikan pendistribusian beras bulog kepada mitra telah terverifikasi dan sudah teruji melalui laboratorium.  "Beras bulog aman untuk dikonsumsi, masyarakat diharapkan jangan terpengaruh akan adanya isu yang beredar," katanya. 

Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi ketika itu juga menegaskan tidak ada beras plastik yang beredar di tengah masyarakat Provinsi Jambi. Ia menghimbau masyarakat mengkonsumsi beras, sebab tim satgas pangan selalu memantau pendistribusian bahan pokok di Provinsi Jambi termasuk beras. 

"Tim satgas pangan ini dibentuk, untuk memberikan suatu kepercayaan kepada masyarakat agar dapat mengkonsumsi bahan pokok dengan aman," katanya. (zal/tim)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA