Data BPS Angka Kemiskinan Bungo Turun

Kamis, 30 Januari 2020 - 11:12:50 WIB - Dibaca: 2064 kali

Kepala BPS Bungo, Muji Lestari saat diwawancarai wartawan.
Kepala BPS Bungo, Muji Lestari saat diwawancarai wartawan. (Fitriyadi/Jambione)

Jambione.com, MUARABUNGO- Badan Pusat Statistik (BPS) Bungo mencatat, laju Pertumbuhan ekonomi kabupaten Bungo tahun 2018 lalu mengalami perlambatan di 4,72 persen, dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 mencapai 5,66 persen, sementara di 2019 kemungkinan menurun 5,60 persen.

Kepala BPS kabupaten Bungo, Muji Lestari SE,.MA, kepada awak media mengatakan pertumbuhan ekonomi untuk kabupaten Bungo tahun 2018, tidak mengalami penurunan, melainkan pelambatan dibanding tahun sebelumnya.

"Jika di lihat dari laju pertumbuhan ekonomi tahun 2017, sektor yang memberikan kontribusi terbesar ialah kategori A pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,76 persen, kemudian kategori B yaitu pertambangan dan penggalian sebesar 17,92 persen serta di urutan ketiga kategori C yaitu perdagangan sebesar 15,10 persen," katanya.

Sedangkan di tahun 2018, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten bungo hanya mencapai 4,72 persen dengan kontribusi dari kategori yang sama seperti tahun 2017. Sedangkan tahun 2019 angkanya belum terbit karena masih dalam proses pengolahan data," lanjut   Muji Lestari.

Muji menambahkan, dari data pertumbuhan ekonomi kabupaten Bungo tersebut berdampak positif pada angka kemiskinan di tiga tahun terakhir yang mengalami penurunan.

" Dari data tahun 2017 angka kemiskinan mencapai 5,82 persen, dan tahun 2018 menurun menjadi 5,78 persen, kemudian di tahun 2019 kembali mengalami penurunan di angka 5,60 persen,

Namun, menurut dirinya jangan cepat berpuas diri atas pencapaian ini, karena perlu dilihat kembali variabel indeks kedalaman (P1) dan indeks keparahan (P2),


" Jika P1 semakin besar berarti makin jauh ke bawah dari garis kemiskinan dan sebaliknya. Jika P2 semakin besar maka berarti jarak antara penduduk miskin yang satu dengan lainnya semakin jauh atau parah dan sebaliknya,"jelasnya

Indeks kedalaman (P1)

2017 = 1,19 persen,

2018= 0,62 persen

2019=0,81 persen,


Tampak dari tahun 2018 lebih baik dari 2017 namun menurun kembali di tahun 2019.


Indeks keparahan kemiskinan (P2)

2017= 0,29 persen

2018= 0,13 persen

2019= 0,16 persen  

Sedangkan tingkat keparahan tahun 2018 semakin kecil jarak antara penduduk miskin yang satu dengan lainnya dibanding tahun 2017. Namun di tahun 2019 jaraknya sedikit bertambah lebar dari tahun 2018.(yad)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA