Jambione.com, JAMBI- Ketua Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Jambi, Ramond Fauzan kepada Jambi One mengatakan bahwa pandemik corona semakin memperparah kondisi industri properti Jambi. Padahal sejak beberapa tahun belakangan industri perumahan di Jambi sendiri memang tengah mengalami perlambatan.
"Dunia industri properti sejak 2014 sudah krisis karena menurunnya daya beli masyarakat. Hal itu disebabkan oleh harga komoditi yg tidak stabil, misalnya harga karet dan sawit khususnya di Jambi. Pasar rumah komersial mati, sehingga industri properti hanya ditopang dari sisi market rumah subsidi,”bebernya.
Tahun 2019, merupakan tahun politik, anggaran subsidi untuk rumah subsidi berkurang hampir separoh realisasi . Tahun 2018 realisasi mencapai 256 ribu unit. Sedangkan di tahun 2019 hanya 168 ribu unit yang terealisasi. Hal ini membuat industri properti terguncang karena banyak rumah yang tidak bisa realisasi KPR.
Tahun 2020 sebenarnya harapan bagi industri properti bangkit. Sebab sejauh ini pemerintah sudah menjanjikan 300 ribu unit untuk anggaran rumah subsidi.
“Secara makro dunia usaha dipengaruhi perang dagang AS-China, krisis di India, pendemi Covid-19 hingga perang harga minyak mentah. Hal ini menyebabkan harga komoditi masih tidak stabil,”sambungnya.
Pendemi covid-19 merupakan ancaman nyata terhadap perekonomian dunia khususnya Indonesia. Hal ini memperburuk kondisi industri properti nasional, khususnya di Jambi, Dalam situasi seperti ini dunia industri properti, akan mencoba bertahan semampunya karena marketnya terpengaruh, menurun sampai 60%. Pengembang harus bisa bertahan dengan kondisi itu.
REI Jambi akan menindaklanjuti stimulus dari Pemerintah Pusat khususnya di dunia perbankan dan perpajakan untuk penyelamatan dunia usaha terkait virus Covid-19.
Upaya pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah menyelamatkan masyarakat Provinsi Jambi dari Covid-19 dan memberikan relaksasi kepada pengusaha terkait kewajiban-kewajiban di perbankan dan perpajakan.
“Harapannya pengusaha bisa melewati krisis ini dengan baik. Sehingga bisa mengurangi dampak krisis lapangan pekerjaan di provinsi Jambi, “kata Ramond.
Dia pun mengimbau bersama-sama berdoa semoga krisis covid19 bisa segera berakhir dan dunia usaha bisa pulih kembali. “Kami yakin kita bisa bersama melewati krisis ini,”tutupnya. (cr04)