Oleh : Reni Amalia dan Nyimas Muazzomi
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
Email : amaliareni243@gmail.com
Abstrak
Membaca lantang atau disebut dengan reading aloud membaca lantang ini merupakan kegiatan membaca dengan menyuarakan teks gambar atau tulisan dengan ucapan yang jelas,intonasi yang tepat ,agar pendengar dan pembaca dapat menangkap pesan dengan tepat. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini ialah agar peserta didik mau mendengarkan cerita yang disampaikan sehingga diharapkan akan timbul minat baca dan memperbaiki cara baca siswa dari tanda baca, intonasi, dan jeda dalam membaca dalam dirinya. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian outdoor study. outdoor study adalah suatu kegiatan pembelajaran yang menggunakan alam secara langsung sebagai sumber belajar untuk memperoleh berbagai informasi tentang materi pembelajaran. Hasil evaluasi bisa di katakan literasinya meningkat.
Kata Kunci: Kampus Mengajar, Literasi, Membaca Lantang
Abstract
Reading aloud or what is called reading aloud reading aloud is the activity of reading by voicing picture or written text with clear speech, correct intonation so that listeners and readers can grasp the message correctly. The aim of carrying out this service activity is so that students are willing to listen to the stories being told so that it is hoped that interest in reading will arise and improve the way students read in terms of punctuation, intonation and pauses in reading within themselves. The research approach used in this research is outdoor study research. Outdoor study is a learning activity that uses nature directly as a learning resource to obtain various information about learning material. The evaluation results can be said to have increased literacy.
Keywords: Campus Teaching, Literacy, Reading Aloud
PENDAHULUAN
Program Kampus Mengajar (KM) dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membantu guru dan kepala sekolah SD dan SMP yang terkena dampak pandemi untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran selama 1 semester. Melalui KM ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu dan keterampilannya serta mendorong siswa SD dan SMP ini untuk memperluas mimpi dan wawasannya. Tetapi, banyak mahasiswa yang masih enggan untuk mengikuti program KM tersebut.
Salah satu dari dari program MB-KM yaitu Kampus Mengajar. Program KM bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa agar dapat mengembangkan potensi diri dengan aktivitas di luar bangku perkuliahan. Pada program KM, mahasiswa ditempatkan di SD wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terluar). Mahasiswa berkontribusi dalam hal membantu pengajaran do kelas, membantu adaptasi teknologi, serta membantu administrasi (Kemdikbud, 2021:3).
Dengan mengikuti program Kampus Mengajar (KM) yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan karakter dan kepemimpinan serta mendapat pengalaman mengabdi di Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program KM ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Sekolah Dasar dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti Kemendikbud, serta Dinas Pendidikan Kabupaten atau Kota.
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini ialah agar meningkatnya peserta didik yang mau mendengarkan cerita yang disampaikan sehingga diharapkan akan timbul minat baca dan memperbaiki cara baca siswa dari tanda baca, intonasi, dan jeda dalam membaca dalam dirinya.
Literasi secara sederhana diartikan melek huruf, kemampuan baca tulis, dan kecakapan dalam membaca dan menulis. Namun, tidak demikian untuk sekarang, karena kebutuhan akan pengetahuan pada setiap individu jauh berbeda dengan masa, dimana literasi hanya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis.Artinya literasi diartikan sebagaimana keperluan dan kebutuhan literasi pada saat itu. Pengertian literasi berkembang menjadi kemampuan membaca, menulis, berbicara, menyimak, dan memanfatkan teknologi. Pengertiannya melibatkan penguasaan sistem-sistem tulisan dan konvensi-konvensi yang menyertainya. Namun demikian, literasi utamanya berhubungan dengan bahasa dan bagaimana bahasa itu digunakan.
Membaca lantang atau disebut dengan reading aloud membaca lantang ini adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan teks gambar atau tulisan dengan ucapan yang jelas,intonasi yang tepat ,agar pendengar dan pembaca dapat menangkap pesan dengan tepat.
Manfaat membaca Lantang bagi anak adalah untuk mengemban kosa kata, memahami tata bahasa yang benar serta mampu mengembangkan keterampilan membaca buku.
Saat ini banyak dihadapkan oleh para peserta didik kita yang membacanya asal baca, mereka tidak memperhatikan tanda baca, intonasi, dan jeda. Alasan tidak diperhatikan Kenapa karena yang mereka tahu selama ini adalah membaca langsung kepada hurufnya gambar hurufnya tetapi tidak pada gambar tidak ada membaca buku maka secara tidak langsung seorang anak akan berpikir Ternyata kalau saya bisa membaca buku begini ya kan suka membaca buku itu keterampilan seperti itu akan terasa oleh mereka yaitu dengan mendapatkan rol model yang baik dari lingkungan.
Apa manfaat membaca lantang pertama menambah pembendaharaan kata bukan saja anak yang tambah pengalamannya tetapi guru juga akan lebih banyak mendapatkan kata-kata baru. Manfaat membantu perkembangan bahasa anak jadi anak, meningkatkan konsentrasi, menumbuhkan rasa cinta membaca, mengembangkan pemahaman tentang dunia.
Pembelajaran di sekolah dasar(SD) dalam meningkatkan kemampuan peserta didik bukan sebatas mengacu kepada pengetahuan, akan tetapi juga mengajarkan keterampilan. Terkait hal ini, siswa haruslah mampu menguasai keterampilan berbahasa. Safitri dkk. (2021: 2986) memaparkan, berbahasa bisa mengutarakan gagasan maupun ide dalam pikiran. Keterampilan berbahasa yang saling berhubungan terdiri dari empat keterampilan yakni membaca, menulis, berbicara, serat menyimak.
SDN 125/IX Simpang Selat merupakan merupakan tempat yang dijadikan mitra dalam program pengabdian mahasiswa kampus mengajar Angkatan 6. Secara umum SDN 125/IX Simpang Selat terletak di daerah Kelurahan Pijoan,desa Simpang Selat,Kec. Jambi Luar Kota, Kab. Muaro Jambi, Prov. Jambi.di mana di lingkungan sekolah tersebut para siswa minim pengetahuan mengenai literasi dan numerasi terutama di kelas rendah seperti kelas 1,2,3.
Masalah yang dialami saat menjalankan program di sekolah penugasan adalah berupa kurangnya minat baca pada siswa dan di kelas rendah seperti 1,2,3 banyaknya siswa yang tidak bisa membaca dan menulis. Mahasiswa KM 6 melakukan konsultasi kepada kepala sekolah dan para walikelas untuk menjalankan program peningkatan literasi melalui membaca lantang dan meminta data nama-nama siswa yang kurang dalam membaca dan menulis, program di setujui dan mendapatkan dukungan dari sekolah.
Berdasarkan uraian di atas, sudah di jelaskan mahasiswa KM 6 melakukan program kerja yang di sebut membaca lantang di SDN 125/IX Simpang Selat dengan apel pagi selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar di mulai. jenis media pembelajaran yang di ambil yaitu hasil teknologi cetak.
Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses pembelajran atau alat komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta didik. Media hasil teknologi cetak, Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografi. Kelompok media hasil teknologi cetak meliputi teks, grafik, photo atau representasi fotografik dan reproduksi.
METODE PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Penelitian outdoor study. Pembelajaran berbasis outdoor study yaitu suatu bentuk aktivitas belajar yang dapat memberikan pengalaman dalam berpikir tingkat tinggi kepada siswa. Selanjutnya Ginting ( (dalam Lestari, dkk., 2016) menegaskan outdoor study yaitu suatu proses pembelajaran yang menggunakan suasana di luar kelas sebagai tempat untuk belajar dalam mengumpulkan atau memperoleh berbagai informasi tentang materi pembelajaran. Sejalan dengan hal tersebut, Vera, (2012), menyatakan bahwa outdoor study adalah suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa. Dari ketiga pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa outdoor study adalah suatu kegiatan pembelajaran yang menggunakan alam secara langsung sebagai sumber belajar untuk memperoleh berbagai informasi tentang materi pembelajaran.
Lokasi penelitian ini adalah sekolah dasar negeri 125/IX Simpang Selat yang berlokasi di desa Simpang Selat, Kelurahan Pijoan, Kec. Jambi Luar Kota, Kab. Muaro Jambi, Prov. Jambi. Penelitian ini di laksanakan pada bulan september 2023. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yaitu siswa kelas 2 SDN 125/IX Simpang Selat.
Sebelum penelitian di mulai mahasiswa KM Angkatan 6 melakukan beberapa tahap dari koordinasi, pembekalan, Observasi sekolah, perencanaan program dan konsultasi terlebih dahulu kepada dosen pembimbing lapangan untuk melakukan penelitian ini.
Pada saat tahap observasi awal, mahasiswa KM Angkatan 6 mendapatkan beberapa data salah satunya yaitu rendahnya pengetahuan literasi pada siswa, kemudian mahasiswa KM 6 melakukan konsultasi Bersama dosen pembimbing lapangan untuk melakukan penelitian ini dan menyampaikan kepada pihak sekolah dan dapat dukungan dari pihak sekolah untuk melakukan penelitian ini.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Kegiatan program kampus mengajar 6 untuk meningkatkan literasi siswa/i di SDN 125/IX simpang selat melalui membaca lantang di laksanakan selama 3 bulan dari September 2023 sampai November 2023. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di SDN 125/IX simpang selat yang berlokasi di desa Simpang Selat, Kelurahan Pijoan, Kec. Jambi Luar Kota, Kab. Muaro Jambi.
Penelitian ini di lakukan selama masa penugasan kampus mengajar Angkatan 6, di mulai dari September 2023 hingga November 2023 dan di ikuti oleh proker-proker yang lainnya. Di dalam Artikel ini saya memilih proker pengembangan literasi guna untuk meningkatkan literasi siswa melalui kegiatan yang di sebut membaca lantang. Proker ini di laksanakan setiap minggu di hari selasa pagi, dimana di sini mahasiswa kampus mengajar melaksanakan kegiatan baca lantang dengan sistem Apel pagi di lapangan sekolah selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar di mulai.
Dimana dalam pelaksanaan apel tersebut mahasiswa KM 6 memilih 3 siswa secara random untuk membaca cerita di depan,cerita yang di bacakan seperti cerita rakyat, para pahlawan NKRI, dan dongeng. Cerita yang di bacakan oleh para siswa di baca secara bersambung per siswa dan siswa lainnya atau peserta apel di minta untuk mendengarkan dan memahami cerita tersebut.
Gambar 1. Peserta apel membaca lantang
Gambar 2. Siswa yang di pilih secara random
Setelah usai membacakan cerita, beberapa pertanyaan di lempar ke para pendengar atau peserta apel sebagai umpan balik untuk melihat daya kefokusan para siswa dan membangun Keterampilan Berpikir serta Pemahaman.

Ganbar 3. memberikan umpan balik dengan bertanya jawab
Puncak kegiatan adalah anak melakukan apel pagi membaca lantang setiap hari selasa selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar di mulai.
Hasil evaluasi yang di lakukan mahasiswa KM 6 di SDN 125/IX Simpang selat, Kec, Jambi Luar Kota, Kab. Muaro Jambi menunjukkan bahwa para siswa sudah bisa di katakan literasinya meningkat dapat di lihat dari sebelumnya siswa membaca tidak sesuai dengan tanda baca setelah adanya program ini dapat di lihat kembali siswa mampu membaca sesuai tanda baca, intonasi, jeda dalam membaca dan memberikan umpan balik dengan bertanya jawab seputar cerita yang di bacakan kepada peserta apel, siswa menjawab pertanyaan yang di lempar dengan tepat.
Kesadaran anak yang mulai tumbuh dibuktikan dengan jumlah anak yang berkunjung ke perpustakaan lebih banyak dan mereka merasa senang dengan program ini.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian diatas maka untuk meningkatkan literasi siswa/i di sdn 125/ix simpang selat melalui membaca lantang menunjukkan bahwa para siswa sudah bisa di katakan literasinya meningkat dapat di lihat dari sebelumnya anak membaca tidak sesuai dengan tanda baca setelah adanya program ini dapat di lihat kembali anak mampu membaca sesuai tanda baca, intonasi, jeda dalam membaca dan beberapa anak menjawab pertanyaan yang di lempar dengan tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Al Munawarah, (2019). Rofiqah. "Sparkol videoscribe sebagai media pembelajaran." Inspiratif Pendidikan.
Ariyani, Yusinta Dwi, and Susi Setyowati. (2021). "Pengembangan Pop Up Book Berbasis Karakter Nasionalisme Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Siswa Sd." Elementary school: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an.
Arwudarachman, Danizar. (2015). Pengembangan media pembelajaran Audio Visual untuk meningkatkan prestasi belajar menggambar bentuk siswa kelas XI. Diss. State University of Surabaya.
Lindawati, Rini. (2022). "Bakti untuk Negeri melalui Program Kampus Mengajar: Sharing Session." Jurnal Abdidas.
Paramita, AA Ega Paramita, Ni Wayan Rati, and I. Gde Wawan Sudatha. (2020)."Model Discovery Learning Berbasis Outdoor Study Terhadap Hasil Belajar IPA." Jurnal Pedagogi Dan Pembelajaran.
SHABRINA, Livia Mutiara. (2022). Kegiatan Kampus Mengajar dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu.
Sundari nganjuk. (2021).Membaca Lantang.