JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Musim kemarau yang melanda sejak Juni 2025 berdampak pada penurunan debit Sungai Batanghari dan mengganggu layanan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi. Tercatat lebih dari 12.000 sambungan rumah (SR) mengalami gangguan suplai air bersih.
Direktur Utama Tirta Mayang, Dwieke Riantara, Selasa (8/7), mengatakan intake Tanjung Johor tidak dapat beroperasi selama 8 jam per hari karena penurunan debit 100%, berdampak pada 1.200 pelanggan. Sementara intake Sijenjang turun 50% dan memengaruhi 6.500 pelanggan, serta Broni 2 turun 15% berdampak pada 5.100 pelanggan.
Untuk mengatasi krisis ini, Tirta Mayang melakukan pemindahan pompa, pengerukan lumpur, dan pemasangan pompa tambahan. Tirta Mayang juga membuka layanan air gratis melalui mobil tangki, yang dapat diakses warga terdampak lewat WA ke 0821-2121-9692.
Masyarakat diimbau untuk hemat air selama kemarau, yang diperkirakan puncaknya terjadi pada Juli dan berakhir Agustus 2025. (ahmad)
Warga Segel PT SMM, Tuntut Kades Dicopot dan Pabrik Ditutup Permanen
Hujan Deras Rendam 47 RT di Kota Jambi, Tiga Sekolah Ikut Tergenang
BPK RI Periksa Proyek Hibah BNPB Rp20,4 Miliar di Tebo, BPBD Sebut Pekerjaan Sudah Rampung
Mantan YouTuber Asal Jambi Laporkan Oknum Dokter RSUD Sijunjung ke Polisi
Pemkot Jambi Tutup Permanen TPS Simpang Royal, Sistem Baru Pengelolaan Sampah Mulai Diterapkan
FKIK UNJA Jadi Tuan Rumah Pelatihan Nasional AMSA-Indonesia 2026
Warga Ribut Harga TBS Dengan PT AIP, Membuat Perkebunan Provinsi Jambi Turun Cek Lapangan