Ekspor Jambi Desember 2025 Naik, Industri Jadi Penopang Utama

Selasa, 03 Februari 2026 - 19:57:02 WIB - Dibaca: 1150 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (rri.co.id)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Kinerja ekspor Provinsi Jambi pada penghujung tahun 2025 menunjukkan perbaikan meskipun belum sepenuhnya pulih secara tahunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor asal Jambi pada Desember 2025 mengalami kenaikan 0,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor meningkat dari US$152,49 juta pada November 2025 menjadi US$153,71 juta pada Desember 2025. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi aktivitas perdagangan luar negeri Jambi di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor secara bulanan tersebut terutama ditopang oleh membaiknya kinerja sejumlah komoditas unggulan nonmigas. Komoditas seperti kopi, teh dan rempah, minyak nabati, serta karet dan produk turunannya menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekspor pada bulan terakhir tahun tersebut.

“Kenaikan nilai ekspor Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor komoditas kopi, teh dan rempah, minyak nabati, serta karet dan olahannya,” ujar Aidil Adha dalam rilis resmi yang dikutip Selasa (3/2/2026).

Meski mencatat kenaikan secara bulanan, BPS mengungkapkan bahwa secara kumulatif tahunan, nilai ekspor Jambi masih mengalami kontraksi. Hingga Desember 2025, total nilai ekspor Provinsi Jambi tercatat sebesar US$2.043,81 juta, atau turun 12,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan ini terutama dipengaruhi melemahnya sektor pertambangan sepanjang tahun berjalan.

Dari struktur penyumbang ekspor, kelompok pertambangan masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 46,21 persen terhadap total ekspor Jambi. Disusul kelompok industri sebesar 45,87 persen, serta kelompok pertanian sebesar 7,92 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Jambi masih bertumpu pada sektor sumber daya alam, meskipun industri pengolahan mulai memperlihatkan peran yang semakin kuat.

Jika dirinci berdasarkan komoditas, sektor industri didominasi oleh minyak nabati dengan kontribusi 19,68 persen. Sementara pada kelompok pertambangan, minyak dan gas masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 43,74 persen. Dari sektor pertanian, komoditas pinang menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 5,70 persen.

Pada Desember 2025, nilai ekspor sektor pertanian tercatat US$10,44 juta, atau turun 18,19 persen dibandingkan November 2025. Penurunan ini disebabkan merosotnya ekspor pinang, kelapa, dan kacang-kacangan. Namun secara tahunan, sektor pertanian justru menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga akhir 2025, ekspor pertanian meningkat 90,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh meningkatnya permintaan ikan, udang, dan pinang di pasar internasional.

Kinerja berbeda ditunjukkan oleh kelompok industri yang justru mencatat pertumbuhan kuat pada Desember 2025. Nilai ekspor industri naik 32,88 persen, dari US$61,86 juta pada November menjadi US$82,20 juta pada Desember. Peningkatan ini terutama berasal dari ekspor minyak nabati serta karet dan produk olahannya. Secara kumulatif tahunan, sektor industri tumbuh 18,21 persen, menandakan potensi besar hilirisasi produk Jambi di pasar global.

Sebaliknya, kelompok pertambangan mengalami tekanan cukup besar. Pada Desember 2025, nilai ekspor pertambangan turun 21,57 persen, dari US$77,87 juta menjadi US$61,08 juta. Penurunan ini dipicu melemahnya ekspor gas alam dan batu bara. Secara kumulatif sepanjang 2025, ekspor pertambangan tercatat turun 35,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi negara tujuan, Singapura, Malaysia, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat masih menjadi lima pasar utama ekspor Jambi. Ekspor ke Singapura mendominasi dengan kontribusi 37,40 persen, terutama untuk komoditas gas alam dan kayu lapis. Disusul Malaysia sebesar 18,89 persen dengan komoditas utama minyak sawit olahan, kopi, teh, dan kayu lapis. Sementara pasar Jepang didominasi oleh ekspor karet, cangkang inti sawit, serta kayu lapis.

Aidil menambahkan, secara umum beberapa negara tujuan utama mengalami peningkatan nilai impor dari Jambi seperti Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, India, dan Korea Selatan. Namun terdapat pula negara yang mengalami penurunan permintaan seperti Tiongkok, Jepang, dan Jerman.

Dari sisi jalur pengiriman, nilai ekspor melalui pelabuhan di dalam Provinsi Jambi pada Desember 2025 tercatat sebesar US$77,31 juta, sedangkan ekspor melalui pelabuhan luar Jambi mencapai US$76,99 juta. Secara kumulatif sepanjang 2025, sekitar 48,96 persen ekspor dilakukan melalui pelabuhan dalam provinsi dan 51,04 persen melalui pelabuhan luar provinsi.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi tekanan di sektor pertambangan, sektor industri dan pertanian mulai menjadi penyeimbang penting dalam menjaga stabilitas ekspor Jambi. Diversifikasi komoditas dan penguatan industri pengolahan dinilai menjadi kunci agar tren pertumbuhan ekspor dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. (Ahmad)

 

 

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi 





BERITA BERIKUTNYA