Warga Segel PT SMM, Tuntut Kades Dicopot dan Pabrik Ditutup Permanen

Sabtu, 02 Mei 2026 - 14:35:02 WIB - Dibaca: 54 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

JAMBIPRIMA.COM,.SAROLANGUN – Kemarahan warga Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, akhirnya memuncak. Perusahaan PT SMM yang baru beberapa bulan beroperasi dipaksa menghentikan aktivitasnya setelah puluhan warga melakukan aksi penyegelan dan blokade gerbang pabrik, Kamis (30/4/2026).


Aksi tersebut dipicu dugaan pencemaran lingkungan berupa bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan serta kebisingan mesin yang disebut-sebut mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Warga memasang bambu di pintu masuk perusahaan dan membentangkan spanduk bertuliskan “TUTUP PT SMM, LINGKUNGAN KAMI JANGAN DIRUSAK” serta “TURUNKAN KADES”. Tulisan itu menjadi simbol kekecewaan masyarakat yang merasa keluhan mereka selama ini tidak pernah ditanggapi serius.


Salah seorang warga yang rumahnya berada sekitar 300 meter dari lokasi perusahaan mengaku sudah tidak tahan dengan kondisi yang terjadi sejak PT SMM beroperasi.
“Ini bukan pabrik, tapi seperti mesin pembunuh senyap. Hampir setiap malam bau kimia menyengat masuk ke rumah warga. Anak-anak sampai sesak napas. Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ke pemerintah desa, tapi tidak ada respons,” ujar warga dengan nada kesal.


Menurut warga, bau tak sedap itu paling terasa pada malam hari dan berlangsung dalam waktu cukup lama. Selain itu, suara mesin perusahaan disebut mengganggu waktu istirahat masyarakat.
Situasi tersebut membuat warga memilih turun langsung menghentikan aktivitas perusahaan karena merasa tidak lagi mendapat perlindungan dari pemerintah desa maupun instansi terkait.


Aksi warga mendapat perhatian dari Sekretaris PKC PMII Provinsi Jambi, M Subra, yang turun langsung ke lokasi. Ia menilai persoalan ini sebagai bentuk lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas perusahaan.
“Baru beberapa bulan beroperasi, tapi dampaknya sudah sangat meresahkan warga. Ini menimbulkan pertanyaan besar terkait izin lingkungan perusahaan. Mana AMDAL-nya? Mana pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup? Jangan sampai negara kalah dengan kepentingan perusahaan,” tegasnya.


Ia juga menyoroti munculnya spanduk bertuliskan “Turunkan Kades” yang menurutnya merupakan bentuk hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kepala desa.
“Kepala desa dipilih untuk melindungi rakyat. Kalau masyarakat sampai meminta kades dicopot, berarti ada kekecewaan besar yang dirasakan warga,” katanya.


M Subra menyebut pihak perusahaan sempat mengakui adanya kendala dalam menangani bau dan kebisingan yang ditimbulkan aktivitas pabrik. Namun pengakuan tersebut dinilai tidak cukup karena dampak yang dirasakan masyarakat sudah terlalu besar.
“Karena tidak ada tindakan nyata, akhirnya masyarakat mengambil langkah sendiri dengan menyegel perusahaan atas nama keselamatan lingkungan dan warga,” ujarnya.


Dalam aksi itu, warga mendesak pemerintah daerah dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap izin operasional PT SMM, termasuk audit AMDAL dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.


Mereka juga meminta aktivitas perusahaan dihentikan permanen apabila terbukti mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, pihak manajemen PT SMM saat dimintai keterangan memilih irit bicara. Perwakilan perusahaan hanya menyampaikan bahwa persoalan tersebut diserahkan kepada instansi terkait.
“No comment, kami serahkan ke dinas terkait,” ujar salah satu pihak perusahaan singkat.


PKC PMII Jambi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan membuka kemungkinan membawa kasus ini ke ranah hukum apabila tidak ada langkah cepat dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
“Jika dalam 3x24 jam tidak ada tindakan, kami siap mengawal laporan ini hingga ke Polda Jambi. Jangan sampai rakyat merasa negara tidak hadir dalam mencari keadilan,” tutup M Subra. (Lil)

 

#jambiprima.com #sarolangun #pmii #jambi #ptsmm #amdal #segel





BERITA BERIKUTNYA