Aktivis Tebo Soroti Sikap Diam Perusahaan dalam Polemik Jalan TMMD

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:34:29 WIB - Dibaca: 194 kali

Petugas alat berat melakukan perbaikan ruas jalan di kawasan Kecamatan Tebo Ilir yang menjadi sorotan dalam polemik penggunaan akses jalan TMMD.
Petugas alat berat melakukan perbaikan ruas jalan di kawasan Kecamatan Tebo Ilir yang menjadi sorotan dalam polemik penggunaan akses jalan TMMD. (Subahan)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Polemik rencana penggunaan jalan TMMD di Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, terus menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan datang dari aktivis Tebo, Hafizan Romy Faisal, yang mempertanyakan sikap PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd yang dinilai belum memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait persoalan tersebut.

Romy menegaskan masyarakat pada dasarnya tidak menolak keberadaan investasi maupun aktivitas perusahaan di daerah. Namun, menurutnya, seluruh proses harus dilakukan secara terbuka dan tetap memperhatikan kepentingan warga sekitar.

Ia menilai, sikap perusahaan yang memilih bungkam di tengah berkembangnya polemik justru berpotensi menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Yang menjadi pertanyaan publik hari ini, kenapa perusahaan memilih diam? Padahal sebelumnya PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd pernah melakukan sosialisasi terbuka kepada masyarakat terkait kegiatan pengeboran sumur pengembangan di wilayah lain. Artinya, perusahaan sebenarnya paham pentingnya komunikasi publik,” ujar Romy, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, pola komunikasi yang sebelumnya dilakukan perusahaan melalui sosialisasi dan kegiatan bersama masyarakat semestinya juga diterapkan dalam persoalan penggunaan jalan TMMD yang kini menjadi perhatian warga.

Romy mengingatkan, minimnya keterbukaan informasi dapat memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat. Kondisi itu dinilai dapat memperkeruh situasi apabila tidak segera direspons secara terbuka oleh pihak terkait.

“Jangan sampai muncul kesan ada proses yang tertutup atau sesuatu yang disembunyikan. Ketika informasi tidak dibuka secara terang, masyarakat akan membangun asumsi sendiri, dan itu berbahaya,” katanya.

Ia juga mendukung langkah Komisi III DPRD Tebo yang mulai mempertanyakan sikap perusahaan terhadap media dan publik. Menurut Romy, penggunaan akses jalan yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan masyarakat tidak seharusnya diputuskan tanpa penjelasan yang jelas kepada warga.

“Jalan itu bukan sekadar akses biasa. Ada historis masyarakat di sana, ada kepentingan warga, bahkan ada aspek sosial yang harus dihormati. Karena itu perusahaan wajib menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat, jangan hanya berkomunikasi di ruang tertutup,” tegasnya.

Lebih lanjut, Romy meminta Pemerintah Kabupaten Tebo mengambil peran sebagai penengah agar polemik tersebut tidak terus berkembang di tengah masyarakat.

Ia juga mendorong PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd membuka ruang dialog bersama warga, pemerintah desa, DPRD, serta media agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi yang baik bagi semua pihak.

“Kalau memang semuanya sesuai aturan, sampaikan secara terbuka. Keterbukaan akan membangun kepercayaan publik. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan dalam persoalan yang menyangkut wilayah dan kepentingan mereka sendiri,” tutupnya. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA