JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo memastikan akan mulai membuka Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada Tahun Ajaran 2026/2027. Saat ini seluruh persyaratan yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi, termasuk penyediaan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan sekolah permanen.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Sindi, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tebo, Haryadi, kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/7/2026).
Sindi menjelaskan, sebelum gedung permanen dibangun, proses belajar mengajar akan menggunakan gedung eks Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tebo. Pembukaan penerimaan peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi.
"Tahun ajaran 2026/2027 kita diwajibkan menerima siswa baru. Karena itu, sementara waktu kegiatan belajar mengajar akan menggunakan eks Kantor Dinas Perkim," ujar Sindi.
Pada tahap awal, SNT akan membuka empat rombongan belajar, terdiri atas dua kelas jenjang SMP dan dua kelas jenjang SMA. Masing-masing kelas akan diisi 20 siswa sehingga total kuota yang disiapkan mencapai 80 peserta didik.
Selain menyiapkan sarana belajar, Pemkab Tebo juga tengah melakukan seleksi calon kepala sekolah. Sebanyak enam peserta mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan secara daring oleh Kementerian Pendidikan.
"Saat ini kami masih menunggu hasil seleksi kepala sekolah. Setelah itu akan dilanjutkan dengan seleksi guru, kemudian membentuk panitia penerimaan siswa baru," kata Sindi.
Ia menambahkan, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi saat ini masih mengikuti rapat di tingkat pusat. Setelah itu, Bupati Tebo dijadwalkan menandatangani nota kerja sama dengan Kementerian Pendidikan sebagai tahapan akhir sebelum penerimaan peserta didik baru dibuka.
Menurut Sindi, SNT memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sekolah pada umumnya. Salah satunya adalah penggunaan bahasa Inggris dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Selain itu, tenaga pendidik juga harus memenuhi kualifikasi khusus, yakni minimal bergelar magister (S2), bahkan sebagian di antaranya bergelar doktor (S3).
"Salah satu yang membedakan SNT dengan sekolah lain adalah penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Guru-gurunya juga memiliki standar kualifikasi tertentu, minimal S2 hingga S3," jelasnya.
SNT diperuntukkan bagi siswa-siswa berprestasi. Setelah mengikuti kegiatan belajar, para siswa tetap kembali ke rumah masing-masing. Namun, bagi peserta didik yang berasal dari daerah jauh, dimungkinkan untuk tinggal di rumah kos.
"Di Pulau Sumatera hanya ada tiga SNT, yaitu di Banda Aceh serta dua di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Tebo dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Bagi siswa yang rumahnya jauh, bisa memilih tinggal di rumah kos," tutup Sindi. (DVD)
Ketua BPD Teluk Langkap Laporkan Dugaan Penyerangan Rumah, Polisi Proses Dua Laporan
Tebo Siap Buka Sekolah Nasional Terintegrasi, Tampung 80 Siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027
Usir Tim Bareskrim Saat Razia PETI, Tambang Ilegal Merangin Kini Jadi Atensi Polda Jambi
Maulana Tegaskan Pengelola JCC Masih Tunggak Kewajiban ke Pemkot Jambi
Pemkab Merangin Laporkan Pengrusakan Aset Akibat PETI, Fokus Selamatkan Tanah Milik Daerah
DPRD Tebo Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Beri Sejumlah Catatan Penting
Wabup Tebo Ikut Gerakan Ayah Mengantar Anak, Dorong Peran Orang Tua dalam Pendidikan