5.350 Pelanggan Tirta Mayang Terdampak, Produksi Air Bersih Dikurangi Akibat Kekeruhan Batanghari

Rabu, 05 Agustus 2026 - 13:51:31 WIB - Dibaca: 55 kali

Jajaran Direksi Tirta Mayang Kota Jambi gelar Jumpa Pers terkait Keruhnya Sungai Batanghari, Selasa (4/8/2026).
Jajaran Direksi Tirta Mayang Kota Jambi gelar Jumpa Pers terkait Keruhnya Sungai Batanghari, Selasa (4/8/2026). (David)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Sebanyak 5.350 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi terdampak penurunan layanan air bersih akibat berkurangnya kapasitas produksi selama musim kemarau. Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari yang kini mencapai sekitar 1.500 Nephelometric Turbidity Unit (NTU), jauh di atas kemampuan optimal instalasi pengolahan air.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, menjelaskan bahwa instalasi pengolahan air milik perusahaan secara ideal hanya mampu mengolah air baku dengan tingkat kekeruhan sekitar 250 hingga 300 NTU. Dengan kondisi kekeruhan yang mencapai lima kali lipat dari batas optimal tersebut, perusahaan tidak dapat memaksakan produksi karena akan memengaruhi kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat.

"Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Kalau dipaksakan diproduksi, kualitas air tidak akan memenuhi standar. Secara teknis, airnya belum matang," ujar Arianto.

Menurutnya, menjaga kualitas air tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, Perumda Tirta Mayang memilih mengurangi kapasitas produksi rata-rata sekitar 10 persen dari kondisi normal. Dalam situasi tertentu, pengurangan produksi bahkan dapat mencapai maksimal 20 persen, menyesuaikan tingkat kekeruhan air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Pengurangan kapasitas produksi tersebut berdampak pada berkurangnya durasi pelayanan air bersih di sejumlah wilayah. Jika sebelumnya pelanggan menikmati aliran air selama enam hingga delapan jam, kini waktu distribusi menjadi lebih singkat agar pasokan air tetap dapat dibagi secara merata kepada seluruh pelanggan.

Sedikitnya 5.350 sambungan rumah (SR) terdampak, yang tersebar di Kecamatan Paal Merah, Kota Baru, Jelutung, Alam Barajo, Danau Sipin, dan Telanaipura.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat, Perumda Tirta Mayang mengaktifkan Tim Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan. Tim tersebut mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis kepada pelanggan yang mengalami gangguan pasokan.

Dalam sehari, armada tangki mampu melakukan sekitar 18 hingga 30 kali pengiriman ke berbagai lokasi yang membutuhkan suplai air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, Tirta Mayang juga mempercepat sejumlah langkah teknis untuk menjaga kontinuitas pelayanan. Di antaranya dengan menyiapkan pompa fleksibel serta memasang pipa tambahan pada intake agar proses pengambilan air baku dari Sungai Batanghari tetap berjalan optimal meskipun debit air sungai terus menurun.

Arianto menegaskan bahwa tingginya tingkat kekeruhan air tidak membuat perusahaan menambah penggunaan bahan kimia secara berlebihan. Seluruh proses pengolahan tetap mengacu pada standar operasional yang berlaku demi menjamin kualitas air hasil produksi tetap aman digunakan masyarakat.

Kami tidak bisa memaksakan penambahan bahan kimia. Yang kami utamakan adalah kualitas air tetap sesuai standar, meski konsekuensinya kapasitas produksi harus dikurangi, tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan distribusi agar segera melapor melalui kanal pengaduan resmi Perumda Tirta Mayang. Dengan demikian, petugas dapat segera menjadwalkan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi musim kemarau dan tingginya kekeruhan Sungai Batanghari masih berlangsung. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA