JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Merangin mulai memberikan angin segar bagi masyarakat di wilayah pedesaan. Salah satunya dirasakan warga Desa Rasau, Kecamatan Renah Pamenang, dan Desa Selango, Kecamatan Pamenang Selatan.
Ruas jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari kini mulai mendapat penanganan. Meski masih dalam tahap pengerasan dan proses pengerjaan sempat terkendala kondisi cuaca, masyarakat menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Merangin di bawah kepemimpinan Bupati Merangin H M Syukur.
Bagi warga, perbaikan tersebut bukan sekadar memperbaiki badan jalan yang rusak. Jalan tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan permukiman, kawasan perkebunan, pusat kecamatan hingga Kota Bangko.
Selama bertahun-tahun, kondisi sejumlah titik jalan yang rusak, terutama tanjakan, menjadi persoalan tersendiri bagi warga. Kendaraan pengangkut hasil perkebunan kerap kesulitan melintas, bahkan antrean kendaraan sempat terjadi ketika kondisi jalan licin setelah diguyur hujan.
Zainur, salah seorang warga, mengatakan perbaikan jalan yang dilakukan saat ini sudah cukup membantu aktivitas masyarakat.
Menurutnya, meskipun penanganan yang dilakukan baru sebatas pengerasan, kondisi jalan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia berharap proses tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga akses masyarakat semakin aman dan nyaman.
“Alhamdulillah meskipun hanya pengerasan, tetapi jalan ini sudah cukup baik dan akan lancar dilalui. Sebab selama ini banyak rusaknya dan menghambat perjalanan. Terima kasih Pak Bupati,” ujar Zainur, Senin (31/8/2026).
Persoalan jalan tersebut juga dirasakan para sopir angkutan hasil perkebunan. Salah satunya Amat, sopir truk sawit yang setiap hari melintasi jalur Desa Pinang Merah menuju Desa Rasau.
Ia mengaku kondisi jalan yang rusak, khususnya di sejumlah tanjakan, sebelumnya membuat kendaraan bermuatan sawit harus berjalan ekstra hati-hati. Bahkan, antrean kendaraan tidak jarang terjadi ketika harus melewati titik tanjakan yang rusak.
Kini, setelah dilakukan perbaikan, perjalanan mulai terasa lebih lancar.
“Saya setiap hari melewati jalan ini. Dulu harus antre di tanjakan agar bisa lewat membawa muatan sawit, tapi sekarang jalannya sudah mulai lancar dilalui dan bisa gas pol. Terima kasih Pak Bupati,” ungkap Amat.
Menariknya, penanganan ruas jalan di kawasan Desa Rasau tidak berhenti pada panjang yang direncanakan semula.
Ruas jalan yang masuk tahap pengerasan tersebut pada awalnya memiliki panjang sekitar 500 meter. Namun, berdasarkan permintaan masyarakat, penanganan kemudian dilakukan hingga mencapai sekitar 850 meter.
Perluasan penanganan itu dinilai penting karena ruas tersebut merupakan salah satu jalur yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Setiap hari, jalan tersebut tidak hanya digunakan kendaraan pribadi. Jalur itu juga menjadi akses kendaraan pengangkut hasil perkebunan, termasuk angkutan sawit yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi hasil perkebunan diharapkan menjadi lebih lancar. Waktu tempuh kendaraan pun dapat ditekan, sementara risiko kendaraan terhambat di titik-titik rusak bisa diminimalkan.
Persoalan serupa sebelumnya juga dirasakan masyarakat Desa Selango, Kecamatan Pamenang Selatan.
Kepala Desa Selango, Anhar, mengatakan ruas jalan di wilayahnya yang mengarah ke pusat kecamatan dan Kota Bangko sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.
Jalan tersebut memiliki fungsi penting karena setiap hari digunakan berbagai lapisan masyarakat. Pelajar memanfaatkan jalur tersebut untuk menuju sekolah, sementara para petani menggunakannya untuk membawa hasil perkebunan.
Kondisi kerusakan semakin terasa pada sejumlah tanjakan. Tiga titik tanjakan yang mengalami kerusakan bahkan kerap menyebabkan antrean kendaraan.
Kini, ruas jalan tersebut mulai mendapatkan penanganan. Pengerjaan ditargetkan dalam beberapa hari ke depan sudah memberikan akses yang lebih lancar bagi masyarakat.
“Terima kasih Pak Bupati, jalan kami sudah diperbaiki. Selama ini warga sudah mengeluhkan kondisi jalan itu, khususnya di tiga tanjakan yang rusak, sering terjadi antrean panjang,” terang Anhar.
Bagi pemerintah desa dan masyarakat, perbaikan tersebut menjadi langkah awal yang penting. Namun, Anhar berharap penanganan tidak berhenti pada pengerasan.
Ia mengusulkan agar tiga titik tanjakan yang selama ini menjadi persoalan dapat dibangun menggunakan rabat beton. Menurutnya, konstruksi tersebut dinilai lebih kuat untuk menghadapi beban kendaraan dan kondisi jalan, dibandingkan jika hanya mengandalkan pengerasan.
Selain perbaikan badan jalan, penanganan infrastruktur di kawasan tersebut juga mencakup pembersihan bahu jalan.
Pembersihan dilakukan sepanjang sekitar enam kilometer. Langkah tersebut diharapkan membuat ruas jalan menjadi lebih terbuka dan memberikan ruang yang lebih aman bagi kendaraan yang melintas.
Setelah perbaikan jalan sekitar satu kilometer dan pembersihan bahu jalan sepanjang enam kilometer rampung, akses menuju Desa Selango diperkirakan akan semakin mudah dan waktu tempuh masyarakat menjadi lebih singkat.
Bagi masyarakat pedesaan, kondisi jalan memiliki kaitan langsung dengan banyak aspek kehidupan. Jalan yang baik berarti akses pendidikan menjadi lebih mudah, hasil perkebunan lebih cepat dibawa ke pasar, biaya operasional angkutan dapat ditekan, serta mobilitas warga menjadi lebih lancar.
Karena itu, apresiasi masyarakat terhadap perbaikan jalan tersebut tidak semata-mata karena kondisi fisik jalan yang mulai membaik. Lebih jauh, mereka melihat adanya harapan agar konektivitas antardesa dan pusat-pusat ekonomi di wilayah tersebut semakin terbuka.
Perbaikan yang saat ini dilakukan pun menjadi bagian penting dari kebutuhan jangka panjang masyarakat. Warga berharap penanganan dapat berlanjut dari pengerasan menuju pembangunan jalan dengan konstruksi yang lebih permanen, terutama pada titik-titik tanjakan yang selama ini menjadi lokasi rawan antrean.
Bagi Zainur, Amat, Anhar dan masyarakat lainnya, jalan bukan sekadar hamparan aspal atau batu pengerasan. Jalan adalah jalur yang menghubungkan rumah mereka dengan sekolah, kebun, pasar, pusat pemerintahan hingga Kota Bangko.
Ketika jalan kembali terbuka dan mudah dilalui, aktivitas masyarakat ikut bergerak. Hasil kebun dapat diangkut, pelajar lebih mudah bersekolah, dan roda perekonomian desa pun memiliki ruang untuk terus berputar.
Atas mulai diperbaikinya akses tersebut, masyarakat Desa Rasau dan Desa Selango menyampaikan apresiasi kepada Bupati Merangin H M Syukur, sembari berharap pembangunan dapat terus dilanjutkan hingga kualitas jalan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. (Sab)
Warga Lapor Kapolda, LCKI Soroti Dugaan Pembiaran PETI di Lubuk Beringin
Rumah Tuo Tabir Berlayar di Batanghari, Merangin Pamerkan Identitas Budaya
Ratusan Excavator Diduga Keruk Emas Ilegal di Lubuk Beringin Siau, Warga Desak Kapolda Jambi Turun
Pelaku PETI Tidak Merasa Takut Bekerja, Razia Diberitahu membeking, Kini Jadi Sorotan Publik
Dari Tiongkok hingga Jepang, Merangin Dapat Paket Program Penguatan SDM dan Ekonomi Desa
Sekda Zulhifni dan Deni Auriza Juara Turnamen Domino HUT ke-81 RI
Jambi Dapat Tambahan 250 Bedah Rumah, DPRD Ingatkan Jangan Salah Sasaran