RSUD Raden Mattaher Dievaluasi Kemenkes, Al Haris Minta Pembenahan Menyeluruh

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:47:13 WIB - Dibaca: 196 kali

Gubernur Jambi Al Haris saat menyampaikan arahan dalam kegiatan penilaian akreditasi RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (13/10/2026). Foto: Rahim
Gubernur Jambi Al Haris saat menyampaikan arahan dalam kegiatan penilaian akreditasi RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (13/10/2026). Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris meminta manajemen RSUD Raden Mattaher Jambi membenahi tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, dan melengkapi fasilitas kesehatan. Langkah ini dinilai penting untuk mempertahankan akreditasi Paripurna sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat rujukan di Provinsi Jambi dan daerah sekitarnya.

Permintaan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri penilaian akreditasi oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di ruang Diklat RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (13/10/2026).

Al Haris mengatakan, penilaian akreditasi yang dilaksanakan secara berkala setiap tiga tahun bertujuan memastikan standar pelayanan, sarana, dan fasilitas kesehatan tetap terpenuhi.

“Penilaian akreditasi ini rutin dilakukan setiap tiga tahun untuk memastikan standar pelayanan, kelengkapan sarana, dan fasilitas kesehatan tetap terjaga. Jika standarnya turun, mutu pelayanan ikut turun. Kita berharap pembenahan yang konsisten dapat mempertahankan status akreditasi Paripurna,” ujar Al Haris.

Menurutnya, RSUD Raden Mattaher memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus rumah sakit pengampu di Provinsi Jambi. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan harus diikuti pembenahan tata kelola, ketepatan data operasional, serta kesiapan sarana dan prasarana.

Ia juga menilai, semakin terhubungnya akses jalan tol di Pulau Sumatera menjadi peluang bagi RSUD Raden Mattaher untuk melayani pasien dari provinsi tetangga. Namun, peluang tersebut harus didukung fasilitas medis yang memadai, teknologi kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

“Kondisi ini membuka peluang besar bagi kita. Jika sarana dan prasarana RSUD Raden Mattaher terus kita lengkapi dengan teknologi canggih, serta kemampuan SDM kesehatannya terus ditingkatkan, maka masyarakat dari provinsi tetangga yang secara jarak lebih dekat ke Jambi akan memilih berobat ke rumah sakit kita,” katanya.

Al Haris juga berharap masyarakat Jambi tidak perlu mencari layanan kesehatan ke luar daerah maupun luar negeri hanya karena fasilitas dan pelayanan di daerah belum mampu memenuhi kebutuhan mereka.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta jajaran direksi, kepala bidang, hingga petugas pelayanan melakukan pembenahan secara menyeluruh. Pimpinan rumah sakit juga diminta turun langsung memantau pelayanan dan memastikan data operasional sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia menegaskan, pelayanan rumah sakit memiliki karakteristik berbeda dari instansi pelayanan publik lainnya karena berkaitan langsung dengan kondisi pasien yang membutuhkan penanganan cepat.

“Pelayanan di rumah sakit memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan instansi publik lainnya. Pasien datang dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan cepat serta pasti,” ungkapnya.

Menurut Al Haris, keberhasilan peningkatan mutu rumah sakit tidak cukup diukur dari pencapaian administratif atau predikat akreditasi. Hal terpenting adalah perubahan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan pasien.

“Intinya bukan hanya mempertahankan predikat Paripurna di atas kertas, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan kesehatan yang lebih baik, cepat, dan berkualitas,” pungkasnya. (rhm)





BERITA BERIKUTNYA