JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi temuan yang mendominasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Jambi sepanjang tahun 2026. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Jambi, mengingat pemeriksaan kesehatan sejak dini merupakan langkah penting untuk mendeteksi risiko penyakit sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Di tengah upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, capaian program CKG di Kota Jambi hingga akhir Oktober 2026 masih berada pada angka 56,43 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, sekitar 169 ribu warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sementara itu, target sasaran sepanjang tahun mencapai lebih dari 300 ribu warga.
Artinya, masih terdapat sekitar 131 ribu warga yang perlu dijangkau apabila mengacu pada target 300 ribu peserta. Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar dua bulan, Dinas Kesehatan Kota Jambi menghadapi tantangan untuk memperluas jangkauan pelayanan hingga akhir Desember 2026.
Hipertensi Jadi Perhatian dalam Pemeriksaan Kesehatan
Dominannya temuan hipertensi dalam pelaksanaan CKG menjadi salah satu gambaran pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum mengetahui kondisi tekanan darahnya.
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang kerap berkembang tanpa menunjukkan gejala khusus. Apabila tidak terdeteksi dan dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan fungsi ginjal.
Karena itu, pelaksanaan CKG tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko penyakit tidak menular.
Meski hipertensi disebut sebagai temuan yang mendominasi, data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kota Jambi belum merinci jumlah maupun persentase peserta CKG yang terdeteksi mengalami tekanan darah tinggi.
Informasi tersebut diperlukan untuk mengetahui seberapa besar proporsi temuan hipertensi berdasarkan kelompok usia serta menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pencegahan dan pengendalian penyakit.
Dinkes Perluas Jangkauan hingga Anak dan Lansia
Program CKG sendiri menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, usia produktif, hingga lanjut usia. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan masing-masing tanpa harus menunggu munculnya keluhan penyakit.
Untuk memperluas jangkauan program, Dinas Kesehatan Kota Jambi terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain memberikan pelayanan melalui fasilitas kesehatan, upaya jemput bola juga dilakukan melalui berbagai kegiatan pemeriksaan kesehatan yang mendekatkan layanan kepada warga.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan, sekaligus mendorong partisipasi kelompok usia yang menjadi sasaran program.
Namun, peningkatan jumlah peserta bukan satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan. Tindak lanjut terhadap warga yang ditemukan memiliki faktor risiko atau gangguan kesehatan juga menjadi bagian penting agar manfaat pemeriksaan tidak berhenti pada tahap deteksi awal.
Khusus bagi peserta yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi, pemeriksaan lanjutan dan pemantauan kesehatan diperlukan untuk memastikan kondisi mereka mendapatkan penanganan yang sesuai.
Kejar Target hingga Akhir Tahun
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi, Rini Kartika, saat memberikan keterangan pada Jumat (30/10/2026), menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan capaian CKG hingga penghujung tahun.
Menurutnya, berbagai kegiatan pemeriksaan dan sosialisasi akan terus dilaksanakan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah.
Rini mengakui jumlah masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan masih belum memenuhi target tahunan. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya mengejar kekurangan capaian tersebut melalui pelayanan yang lebih luas.
“Yang sudah kita periksa sekitar 169 ribu warga. Target kita dalam setahun mencapai 300 ribu lebih, sementara capaiannya baru sekitar 56 persen. Hingga akhir tahun akan terus kita kejar, mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai,” kata Rini Kartika, Jumat (30/10/2026). (rhm)
Biaya Pelayanan Kesehatan BPJS Jambi Tembus Rp1,22 Triliun, Rasio Klaim 133,72 Persen
Dampak Karhutla, Dinkes Tebo Catat 25.066 Kasus ISPA hingga Oktober 2026
S4 GENTING Tebo Bantu Hampir 300 Keluarga, Kini Ikuti Genting Award Nasional 2026
ISPA di Kota Jambi, Pasien Dewasa Lebih Banyak Mengeluh Batuk dan Sakit Tenggorokan
CKG di Muara Kumpeh Jaring Kasus Hipertensi dan Diabetes, 5.494 Warga Sudah Diperiksa
RSUD Raden Mattaher Dievaluasi Kemenkes, Al Haris Minta Pembenahan Menyeluruh
ISPU Tebo Tembus 576, Masuk Kategori Berbahaya, Warga Keluhkan Kabut Asap