JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Berawal dari usaha rumahan yang dirintis sejak 2005, Ico Ordiana, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Jambi, berhasil mengembangkan bisnis makanan olahan berbasis ikan dengan merek dagang Iwaku.
Di usianya yang kini menginjak 57 tahun, Ico membuktikan bahwa semangat dan kreativitas dalam berwirausaha tidak mengenal batas usia. Melalui inovasi produk berbahan baku ikan lokal, ia mampu mengubah komoditas perikanan menjadi berbagai makanan olahan dengan nilai jual lebih tinggi.
Kisah perjalanan usaha Ico tersebut terungkap dalam dialog Mozaik Indonesia di RRI Jambi. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan bahwa inovasi menjadi salah satu kunci utama untuk mempertahankan usaha sekaligus menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Bahan baku ikan patin dan ikan gabus diolah menjadi beragam produk, mulai dari rengginang ikan, abon, hingga kulit ikan crispy. Pemanfaatan berbagai bagian ikan tersebut tidak hanya menghasilkan variasi produk, tetapi juga membantu mengurangi limbah produksi.
Menurut Ico, pelaku UMKM harus mampu melihat peluang dari bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan pengolahan yang tepat, komoditas lokal dapat memiliki nilai tambah dan memberikan keuntungan lebih besar.
Selain mengandalkan inovasi, keberhasilan Iwaku juga ditopang konsistensi dalam menjaga mutu produk. Ico menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) secara ketat agar kualitas makanan olahan yang dihasilkan tetap terjaga.
Menariknya, usaha yang dibangunnya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri. Ico turut membuka kesempatan kerja bagi perempuan di lingkungan sekitar, sekaligus aktif berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada sesama pelaku UMKM di Kota Jambi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata UMKM dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, serta memperkuat perekonomian keluarga dan daerah.
Perjalanan Ico bersama Iwaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya di Jambi agar tidak berhenti berinovasi, memanfaatkan potensi bahan baku lokal, dan terus meningkatkan kualitas produk.
Menutup keterangannya, Ico menegaskan bahwa usaha yang dijalankan bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai tambah dari potensi yang ada.
“Kami tidak hanya menjual produk, tapi menciptakan nilai tambah. Satu ekor ikan bisa diolah menjadi berbagai produk sehingga tidak ada bagian yang terbuang,” tutur Ico. (rhm)
Dinkes Muaro Jambi Terima Banpres Rp1,1 Miliar, Perkuat Layanan Kesehatan Pascakarhutla
BNPT Soroti 137 Anak Terpapar Radikalisme, Digital Peace Creator Digelar di Jambi
UIN STS Jambi Segarkan 16 Asesor Serdos 2026, 83 Dosen Siap Jalani Penilaian
Al Haris Beri Peringatan Keras, Warga Jangan Tanam Sawit di Lahan Bekas Karhutla
Ico Ordiana Sukses Kembangkan Iwaku, Olahan Ikan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Polda Jambi Tegaskan Larangan Vape bagi Seluruh Personel Polri, Pelanggar Bakal Ditindak
Investasi Kota Jambi Tembus Rp1,53 Triliun, PMDN Dominasi dengan Kontribusi 91,5 Persen