Kerjaan Proyek Akibatkan Pipa Gas Bocor

Kamis, 19 April 2018 - 10:51:42 WIB - Dibaca: 2262 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (IST/Jambione.com)

Jambione.com - Pengerjaan proyek di Jalan Aditya Warman, Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, beberapa waktu lalu, membuat pipa milik Pertgas bocor. Hal ini mengganggu masyarakat yang menggunakan jaringan city gas di Kota Jambi.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Jambi Fatri Suandri bahwa, pengerjaan proyek pembangunan drainase oleh DPUPR Kota Jambi sudah sesuai dengan standar. Namun, terkendala dengan pipa gas yang ditanam oleh pihak Pertagas dengan kedalaman yang tidak sesuai dengan peraturan Kementerian PUPR.
“Terkait adanya surat yang dilayangkan ke DPUPR Kota Jambi dari Pertagas, kami dalam bekerja, sudah sesuai dengan aturan. Jadi tidak benar, kami bekerja tidak memperhatikan pipa gas yang ada di bahu jalan,”ujarnya.
Kata dia, berdasarkan Peraturan Kementrian PUPR, pipa yang ditanam didalam tanah harus di kedalaman 1,2 meter hingga 1,5 meter. Ini agar tidak mengganggu proses pembangunan ke depannya.
“Pipa gas yang ditanam oleh pihak Pertagas ini hanya 1 meter, bahkan ada juga yang hanya 80 Centimeter (Cm). Ini akhirnya menjadi bermasalah ketika kita DPUPR membangun, khususnya pembangunan drainase seperti yang terjadi kemarin,”bebernya.
Fatri mengatakan pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada PT Jambi Indoguna Internasional (JII) dan PT Pertagas Niaga untuk membangun pipa gas dengan kedalaman sesuai Peraturan Kementrian PUPR.
“Seharusnya minimal itu 1,2 meter atau 1,5 meter. Sehingga tidak mengganggu jika ada pembangunan disekitar jalur pipa tersebut,”jelasnya.
Dirinya meminta pertanggungjawaban dari PT JII untuk memperbaiki jalur gas tersebut. Sebab, hal ini merupakan kesalahan dari pihak JII dalam menanam pipa gas dengan kedalaman yang tidak sesuai dengan peraturan. “Jadi semua kerusakan ini merupakan tanggung jawab PT JII,”ujarnya.
Sementara itu, Humas PT Pertagas Niaga Ratna Dumila, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada DPUPR Kota Jambi terkait kebocoran gas saat pembangunan drainase. Namun hingga saat ini belum ada jawaban dari DPUPR Kota Jambi.
“Kita Pertagas Niaga menggandeng PT JII untuk komunikasi dengan DPUPR atas kerusakan yang terjadi. Sejauh ini belum ada tanggapan,”ujarnya.
Dikatakan Ratna, dalam waktu dekat, timnya akan turun ke Jambi untuk melakukan pertemuan dengan DPUPR Kota Jambi. Sebab, dirinya mengatakan tidak mau saling menyalahkan atas hal yang telah terjadi.
“Kami berencana dari Jakarta ada yang berangkat ke Jambi. Kita duduk sama-sama dan tidak saling menyalahkan. Tidak enak karena inikan sama-sama proyek pemerintah. Sehingga bisa menjalin komunikasi yang lebih baik lagi,” pungkasnya.(Ali)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA