Sungaipenuh - Habiskan APBD hingga Rp 8 Milyar, Museum adat Kota Sungai Penuh kini diduga dijadikan tempat remaja setempat untuk mabuk Lem dan Komix.
Berdasarkan informasi warga setempat, sejak serahterima aset dari Dinas PU ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sungai Penuh sekitar 3 bulan yang lalu, bangunan tersebut tampak terbangkalai dan tidak dihuni.
Diduga hal itu menjadi penyebab dijadikannya lokasi itu sebagai tempat remaja pesta lem dan komix.
"Pintu masuk museum tidak dikunci, makanya banyak anak-anak muda yang bebas masuk. Kalau malam-malam mereka jadikan tempat mabuk lem dan komix. Makanya banyak botol lem dan bungkus komik di dalam dan di teras museum," kata Nopi Sutiarno, salah seorang warga setempat.
Pantauan Jambione.com, pintu masuk museum di lantai 2 dan 3 tidak terkunci dan sampah terlihat berserakan. Bahkan, di beberapa ruangan, masih ada sampah komik dan botol lem.
Hingga berita ini diturunkan, belum didapat komfirmasi dari pihak pengelola. (***)