JAMBI-Berbeda dengan musim Haji tahun 2017 lalu, tahun 2018 ini Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan sebuah gebrakan baru demi menunjang keselamatan dan kenyamanan Jemaah Calon Haji (JCH) Indonesia yaitu Gelang Berteknologi QR Code yang langsung bisa didapatkan Jemaah saat melawati tahap pelayanan One Stop Service.
Adapun pelayanan One Stop Service diantaranya pemeriksaan kesehatan, penyerahan paspor, rekam biometrik, pembagian gelang identitas, penyerahan living cost, penyerahan uang penggantian biaya dan insentif karu/ Karom, pembagian makanan tambahan, dan pembagian kartu kamar.
Saat ini gelang yang digunakan jemaah menggunakan tekhnologi
termutakhir yakni Quick Respon (QR) yang berguna untuk mempercepat monitoring jemaah.
"Tekhnologi QR tersebut merekam data jemaah mulai dari nomor paspor, nomor porsi serta tempat pemondokan dengan tujuan akan cepat termonitor,” ujar Galih, Staf SISKOHAT Dirjen PHU, Rabu (8/8).
Melihat kebelakang, Kode QR atau biasa dikenal dengan istilah QR Code adalah bentuk evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi. Penggunaan kode QR sudah sangat lazim di Jepang Hal ini dikarenakan kemampuannya menyimpan data yang lebih besar daripada kode batang, sehingga mampu mengkodekan informasi dalam bahasa Jepang sebab dapat menampung huruf kanji. Kode QR telah mendapatkan standardisasi internasional dan standardisasi dari Jepang berupa ISO/IEC18004 dan JIS-X-0510 dasasan telah digunakan secara luas melalui ponsel di Jepang dan Saat ini Telah Berkembang ke seluruh dunia Termasuk Indonesia.
Galih mengatakan bahwa keberadaan gelang yang dipakai jemaah tersebut menunjukkan identitas jemaah yang tidak boleh dilepas. Apalagi saat jemaah selama berada di Tanah suci tersesat ataupun terpisah dari rombongan Kloter.
"Di gelang tersebut tertera nama, asal negara, serta barcode yang menunjukkan alamat serta nomor kamar selama di Arab, kita minta jemaah juga tidak melepas gelang ini," katanya. (tib/van)