ZA Susun Rencana Perampokan Satu Bulan

Jumat, 25 Januari 2019 - 08:40:54 WIB - Dibaca: 2604 kali

(Ardian Faisal/Jambione.com)

Muara Bulian - ZA (23), warga RT 03 Desa Sungai Pulai, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, tersangka kasus perampokan Alfamart, rupanya telah satu bulan menyusun rencana perampokan. 

Kepada Jambi One, ZA mengaku pernah bekerja sebagai karyawan Alfamart yang berada dalam wilayah Kecamatan Muara Tembesi selama tiga bulan. 

Pengalaman bekerja ini rupanya bekal ZA menjalani aksi perampokan. Lokasi brankas serta jalan masuk dan keluar Alfamart tersimpan dalam ingatan. 

"Saya dulu bekerja di Alfamart sebelum SD center. Saat merampok, saya ditemani satu orang teman," kata mahasiswa semester lima dari atas kursi roda usai konferensi pers, Kamis (24/1).

Sebelum beraksi, ZA memasang sarung tangan dan sebo dalam perjalanan. Setibanya di seberang jalan depan Alfamart, ZA memarkir sepeda motor. Ia kemudian langsung masuk melalui pintu depan. 

"Saya masuk sewaktu pintu depan tertutup. Karena saya pernah bekerja di Alfamart, jadi saya tahu kalau pintu hanya tertutup, tapi tidak terkunci," ujarnya. 

ZA mengaku niat merampok Alfamart karena ingin menebus laptop miliknya yang tergadai senilai Rp2,3 juta di daerah Rantau Kapas, Kecamatan Muara Tembesi. Sementara untuk menebus laptop, ZA harus membayar uang senilai Rp3 juta.

"Saya merampok menggunakan pistol mainan dan pisau. Pistol mainan saya beli di pasar," sebutnya. 

Saat berada dalam Alfamart, ZA langsung menodongkan pistol mainan kepada dua karyawan di meja kasir. Ia kemudian membekap kasir menggunakan pampers yang di ikat dengan tali sepatu warna putih.

"Karena tidak ada persiapan dan bingung, akhirnya saya bekap karyawan dengan pampers bayi," tuturnya.

ZA membawa kasi naik ke lantai atas Alfamart. Disini kasir diminta menunjukkan kunci brankas dan receiver CCTV. Permintaan ZA rupanya gagal. Kasir mengaku tidak mengetahui kunci brankas. 

"Kasir tidak tau dimana kunci brankas, lalu niat saya mau ambil hardist, tapi karena di baut, saya tidak kuat narik menggunakan tangan," ucapnya. 

Setelah berhasil membawa receiver CCTV, ZA bersama temannya turun ke lantai dasar. Dua laci kasir jadi sasaran. Uang tunai dari dua laci ini di taksir mencapai Rp10 juta. Selama menjalani aksi perampokan Alfamart, ZA hanya butuh waktu 15 menit.

"Yang tidak saya hitung uang dari kasir sebelah kiri. Kalau dari laci kasir sebelah kanan uangnya Rp5 juta. Lalu uang itu saya simpan dalam jaket dan digunakan untuk belanja, menebus laptop Rp3 juta dan diberikan kepada teman Rp2 juta," kenangnya.

Selain membawa uang dari dalam dua laci kasir, ZA dan temannya juga membawa rokok, handphone dan tablet milik kasir. 

"Saya pulang ke rumah setelah merampok," katanya. 

Aksi perampokan Alfamart rupanya membuat geger masyarakat setempat. Berita perampokan menyebar di sejumlah portal media online. ZA bahkan mengaku membaca berita perampokan saat berada di kampus. 

"Saya baca berita online di kampus. Saya kemudian pergi ke Jambi bersama pacar. Rencana mau menikah dalam waktu dekat dengan pacar saya," ujarnya. (fai) 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA